Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Pemerintah Desa Cisaat, Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Jawa Barat, melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang membahas ketahanan pangan bertempat di aula desa setempat.
Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh kuwu Haruman desa Cisaat dan di hadiri oleh berbagai elemen penting dalam pemerintahan desa, di antaranya perangkat desa, lembaga, Pendamping Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ibu PKK serta pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Disampaikan kuwu Haruman, bahwa Musdesus ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk meningkatkan ketahanan pangan yang menjadi salah satu visi misi utama dalam pembangunan desa.
“Karena pentingnya sektor pangan bagi kesejahteraan masyarakat dan musyawarah ini bertujuan untuk menggali potensi lokal dan mencari solusi yang tepat guna mewujudkan kemandirian pangan di Desa Cisaat,” Jelasnya. Senin (21/4/2025).
Kuwu Haruman menambahkan, ketahanan pangan merupakan program dari Pemerintah Pusat dengan menggunakan Dana Desa sebesar 20 % dari pagu Dana Desa.
Untuk itu, Musdesus dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam pemetaan dan mendengarkan usulan – usulan dari masyarakat mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program kegiatan Ketahanan Pangan untuk kemajuan warga. Tuturnya.
Sedangkan dalam musyawarah yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, sejumlah topik penting dibahas, antara lain pengembangan pertanian lokal, pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar desa, serta penguatan sistem distribusi pangan yang lebih efisien.
Selain itu, penguatan peran BUMDes juga menjadi salah satu pembahasan utama, mengingat badan usaha ini dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Masih kata kuwu Haruman dalam acara tersebut, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
“Musdesus ini adalah sarana bagi kita semua untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai langkah-langkah yang harus kita ambil untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Bahkan Ia juga mengajak seluruh perangkat desa dan warga untuk turut berperan aktif dalam merealisasikan berbagai program yang telah disepakati.
Sementara itu, pendamping Desa Adi Irawan SH, yang didampingi Ali Aminudin ST, memberikan masukan terkait strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri.
Salah satu langkah yang disarankan adalah dengan melibatkan kelompok tani dan pemuda desa dalam program pelatihan serta peningkatan kapasitas dalam bidang pertanian dan pengolahan pangan. Terangnya.
Bahkan, pengurus BUMDes Cisaat Agus Cahyono juga mengungkapkan rencana-rencana pengembangan usaha berbasis pertanian yang dapat mendukung ketahanan pangan desa.
Melalui keberadaan BUMDes, diharapkan bisa terbentuk model-model bisnis yang memfasilitasi distribusi produk pangan yang lebih merata kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Ketahanan pangan di desa menjadi semakin relevan mengingat tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, seperti perubahan iklim yang memengaruhi hasil pertanian, serta keterbatasan akses terhadap pasar yang lebih luas.
Oleh karena itu, Musdesus ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam menghadapi tantangan tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Ke depan, diharapkan Desa Cisaat dapat menjadi contoh desa mandiri dalam hal ketahanan pangan, dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, serta mengembangkan usaha berbasis agribisnis yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” Harapnya.
Tak hanya itu, Musdesus ini menjadi bukti bahwa upaya meningkatkan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan desa yang mandiri dan sejahtera. Pungkasnya. (Jamil)
More Stories
Peringatan Hari Desa 2026 “Desa Berdaulat, Indonesia Kuat”
Kapolresta Cirebon Memberikan Penerangan Hukum kepada Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Cirebon
Kuwu Mertapada Wetan Tegaskan, Sudah Jadi Keharusan Revisi Kepengurusan Petugas Puskesos