Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Ratusan Hektare Sawah di Kecamatan Mundu Butuh Pupuk Phonska “Jangan Sampai Hasil Padi Bugel”

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon, – Kebutuhan pupuk phonska subsidi di tingkat petani belum sepenuhnya bisa dipenuhi pemerintah. Banyak petani yang mengeluh terkait kelangkaan stok pupuk di level agen.

Padahal, Desa Mundu Mesigit di Kecamatan Mundu, merupakan salah satu lumbung padi dengan luas lahan pertanian 125 hektar sawah dan panen dua musim. Setiap hektar sawah dapat menghasilkan 6-9 ton padi, tergantung kondisi dan keadaan saat panen.

Keluhan ini disampaikan kelompok tani Sicawang, Lukman di desa Mundu Mesigit Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bahwa keberadaan pupuk subsidi seperti phonska di dua agen di kecamatan Mundu tidak ada alias habis.

“Para petani berharap pupuk Phonska segera ada di dia agen di kecamatan Mundu, jangan sampai hasil padinya menjadi Gabung Setugel (Bugel). Katanya.

Menurutnya, jumlah subsidi pupuk yang disediakan agen tak pernah mencukupi kebutuhan petani di kecamatan Mundu. Padahal petani sangat terbantu dengan pupuk bersubsidi seharga Rp 250 ribu, sedangkan non subsidi seharga Rp 600 ribu lebih.

“Jadi, dengan tidak adanya pupuk bersubsidi phonska, para petani menjerit dengan harga yang berkisar Rp 600 ribu lebih dari pupuk bersubsidi yang harganya Rp 250 ribu di agen,” Ungkapnya. Sabtu (21/6/2025).

Lanjut Lukman, dengan tidak adanya pupuk bersubsidi, maka petani pontang panting mencari stok pupuk subsidi. Akan tetapi pupuk sudah habis di tingkat agen di kecamatan Mundu.

”Tidak ada stok pupuk yang tersimpan di dua agen pupuk. Padahal petani sangat membutuhkan pupuk tersebut, setelah penanaman dilanjutkan dengan penaburan pupuk urea dicampur pupuk phonska untuk penyuburan dan penguatan tanam padi supaya hasil panen maksimal,” ujar pria yang tanam padi seluas 2 hektar.

Masih kata Lukman, Gara-gara tidak adanya pupuk subsidi, para petani mengeluh dan menjerit dengan harga pupuk non subsidi yang mahal. Ditambah lagi adanya kenaikan harga obat-obat tanaman pertanian yang cukup tinggi.

Hal senada di katakan Rohim salah satu petani petani yang mengalami nasib serupa. Sebagai petani, dia hanya mengharapkan pupuk bersubsidi agar rawat tanam sampai panen dengan padi yang berkualitas serta hasilnya pun baik untuk di distribusikan baik ke Bulog maupun kemasyarakat sebagai kesuksesan ketahanan pangan desa Mundu Mesigit.

Jadi, dengan keadaan ini para petani di kecamatan Mundu khususnya di Mundu Mesigit yang mayoritas petani, membutuhkan pupuk Phonska untuk menyelamatkan padi pada saat pertumbuhan.

” Kami mohon pemerintah Daerah dan pusat secepatnya realisasikan pupuk phonska di kecamatan Mundu. Karena petani sangat membutuhkan pupuk untuk kelangsungan hidup dan kebutuhan dasar keluarga untuk makan sehari- hari,” Ujarnya. (Jamil)

Spread the love