Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Menjamurnya Industri Hiburan di Cirebon Timur, R. Hamzaiya Ingatkan “Pemerintah Soal Dampak Sosial”

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon, – Fenomena tumbuh pesatnya industri hiburan malam di kawasan Cirebon Timur, Kabupaten Cirebon, menjadi perhatian sejumlah tokoh masyarakat. Salah satunya R. Hamzaiya S. Hum, yang menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif terkait dampak sosial yang ditimbulkan di tengah masyarakat.

Menurut Hamzaiya, perkembangan industri hiburan seperti kafe, karaoke, dan tempat hiburan malam memang merupakan bagian dari dinamika ekonomi dan kebutuhan hiburan warga.

Namun ia menekankan bahwa pertumbuhan ini harus diimbangi dengan tata kelola yang bertanggung jawab, agar tidak berbenturan dengan norma sosial dan budaya lokal.

“Tidak semua hiburan itu buruk. Tapi ketika jumlahnya tumbuh tanpa arah, tanpa pengawasan, dan masuk ke ruang-ruang pemukiman atau dekat fasilitas pendidikan, itu mulai menimbulkan kegelisahan sosial,” ujarnya.

“Banyak masyarakat yang mulai mempertanyakan ke mana arah pembangunan daerah ini. Apakah semuanya harus dibuka atas nama ekonomi, tanpa melihat implikasi jangka panjang terhadap karakter sosial desa-desa kita?” tambahnya.

Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap zonasi dan perizinan usaha hiburan. Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai batasan wilayah usaha hiburan agar tidak berbenturan dengan kawasan tempat tinggal atau area yang seharusnya steril dari aktivitas malam.

“Ini bukan soal melarang, tapi soal penataan. Ketika ruang publik mulai tumpang tindih dengan ruang hiburan yang tidak terkendali, maka yang terganggu bukan hanya ketenangan, tapi juga nilai-nilai sosial yang kita bangun sejak lama,” jelasnya.

Hamzaiya menegaskan bahwa masyarakat di Cirebon Timur memiliki karakter sosial yang kuat, religius, dan menjunjung tinggi norma lokal. Ia berharap agar perkembangan ekonomi daerah tidak mengorbankan identitas ini.

“Kita ingin daerah ini maju, tapi maju yang berpihak pada masyarakat, bukan hanya pada investor. Hiburan boleh hadir, tapi tidak boleh melunturkan nilai,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, dan pemerintah desa, untuk ikut terlibat aktif dalam menyuarakan kebutuhan akan tata ruang yang sehat, agar pertumbuhan industri hiburan tidak menimbulkan ketimpangan sosial maupun kegaduhan budaya.

“Cirebon Timur punya potensi besar, tapi kita harus pastikan potensi itu tumbuh dalam arah yang tepat dan tetap mencerminkan jati diri masyarakatnya,” pungkasnya. (Hmz)

Spread the love