Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya mendorong kemandirian perempuan, khususnya mereka yang berstatus sebagai kepala keluarga.
Melalui program Vokasional Perempuan Penuh Semangat, Optimis, Nyata, dan Amanah (Pesona), para perempuan yang kehilangan peran suami, baik karena ditinggal wafat maupun perceraian, difasilitasi untuk memiliki keterampilan sekaligus semangat dalam menopang keluarganya.
Dikatakan Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, bahwa program ini lahir dari kebutuhan riil masyarakat yang disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Program hanya bisa dilaksanakan di kecamatan yang mengajukan usulan, sehingga sifatnya partisipatif dari bawah.
“Perempuan kepala keluarga punya tanggung jawab ganda, bukan hanya sebagai ibu yang mendidik anak-anaknya, tapi juga sebagai ayah yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Karena itu, mereka harus berdaya, penuh semangat, optimis, nyata, dan amanah,” ungkap Indra.
Ia menambahkan, pelatihan yang diberikan berfokus pada keterampilan praktis yang bisa langsung dipraktikkan, salah satunya pembuatan makanan.
Jadi, melalui keterampilan tersebut, perempuan peserta bisa mulai berusaha mandiri. Jika sudah punya usaha, pemerintah akan menyambungkan mereka dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk pendampingan lebih lanjut, sehingga usahanya bisa berkembang.
“Harapan saya, meskipun mereka tidak memiliki suami, anak-anaknya tetap bisa tumbuh menjadi generasi emas tahun 2045. Karena itu, perempuan harus dibekali keterampilan agar bisa menopang keluarga sekaligus mencetak anak-anak yang berkarakter,” kata Indra.
Sementara itu, Kepala Desa Jatiseeng, Soemarno, M.Th, menuturkan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini sebagian besar adalah kader desa.
Mereka nantinya memiliki tanggung jawab untuk menularkan ilmu yang didapat kepada perempuan lain di lingkungannya, terutama yang menjadi kepala keluarga.
“Peserta diambil dari perwakilan tiap desa. Ada yang lima orang, ada yang sepuluh orang per kecamatan. Tujuannya supaya ilmu ini tidak berhenti di peserta, tapi bisa menyebar luas,” jelas Soemarno.
Di Desa Jatiseeng sendiri, tercatat ada sekitar 300 perempuan yang berstatus sebagai kepala keluarga. Menurutnya, mayoritas dari mereka sudah tercakup dalam berbagai program bantuan sosial.
Namun, ada juga yang belum terakomodasi, sehingga program vokasional seperti Pesona 1 menjadi harapan baru.
“Harapan kami, lewat pelatihan ini masyarakat bisa lebih kreatif, mandiri, dan punya peluang membuka usaha. Apalagi bahan baku banyak tersedia di daerah kita, jadi sangat memungkinkan untuk dikembangkan,” imbuhnya. (Adang Juhandi)
More Stories
Peringatan Hari Desa 2026 “Desa Berdaulat, Indonesia Kuat”
Kapolresta Cirebon Memberikan Penerangan Hukum kepada Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Cirebon
Kuwu Mertapada Wetan Tegaskan, Sudah Jadi Keharusan Revisi Kepengurusan Petugas Puskesos