Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Gedung Teras KPT Kab. Brebes Ambruk “Padahal Baru diresmikan Tiga Tahun LaLu”

Cirebon Online

Jawa Tengah, – Gedung teras Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes ambruk dan melukai tiga orang, padahal gedung ini baru diresmikan tiga tahun lalu, 31 Agustus 2022.

Insiden ini menarik perhatian publik karena proyek gedung tersebut ternyata digarap oleh Martono, seorang kontraktor yang sebelumnya divonis bersalah atas kasus korupsi di Semarang.

Disampaikan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Pemkab Brebes, Ismawan Nurlaksono, membenarkan bahwa Martono dari PT Chimarder 777 menjadi pelaksana proyek KPT Brebes.

Dikutip dari DetikJateng, Perusahaan ini berperan sebagai subkontraktor PT Istaka Karya, BUMN yang menangani pembangunan gedung tersebut pada 2021.

Martono kini tengah menjalani hukuman penjara karena menyuap Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan suaminya untuk memperoleh proyek tanpa lelang dari Pemkot Semarang tahun anggaran 2023.

Sidang vonis digelar pada 10 Agustus 2025 di PN Semarang dengan Ketua Majelis Hakim Gatot Sarwadi memimpin jalannya persidangan.

Dalam putusannya, Martono terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Ia dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta. Jika denda tidak dibayar, diganti dengan kurungan satu bulan.

Selain itu, Martono diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 245,7 juta selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak mampu, harta bendanya akan disita dan dilelang oleh jaksa. 

Ambruknya teras KPT Brebes ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas konstruksi dan rekam jejak kontraktor yang menangani proyek.

Padahal gedung baru ini diharapkan menjadi simbol pemerintahan modern di Brebes. Dengan terjadinya insiden, publik menyoroti pentingnya transparansi dan seleksi ketat bagi kontraktor, terutama yang memiliki catatan hukum terkait korupsi.

Pihak Pemkab Brebes kini tengah mengevaluasi proyek dan memastikan langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang

Selain itu, korban yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya dilaporkan stabil.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa rekam jejak kontraktor, kualitas pengawasan, dan integritas pelaksana proyek publik sangat penting untuk keamanan dan keselamatan masyarakat. Pungkasnya. ***

Spread the love