Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Bambu Gila atau yang juga disebut Buluh Gila, merupakan salah satu tradisi Maluku yang Mistis dengan budaya unik. Meramaikan pertunjukan Debus pada rangkaian kegiatan Heleran Bukit Maneungteung Ajimut di kecamatan Waled kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Dalam atraksi tersebut Kuwu Desa Cibogo Ahmad Hudori, Kuwu, Yanto desa Waled Asem, Danramil Waled ikut merasakan kekuatan mistis bambu gila dari paguyuban Tapak Lodaya.
“Ini bukan sekadar hiburan, melainkan ritual penuh mistisisme.” Kata Kuwu Ahmad Hudori sambil mengatur nafas usai ikut atraksi bersama Kuwu dan Danramil. Sabtu (8/11/2025).
Dalam pertunjukan Bambu Gila diawali dengan ritual khusus. Sebatang bambu dipilih dari hutan, lalu dibersihkan oleh tetua adat Tapak Lodaya dengan ritual yang dilengkapi dengan pembakaran kemenyan yang dihembuskan ke bambu agar roh halus bisa masuk dan menghidupkan batang bambu tersebut.
Akibatnya, bambu dipercaya bisa “bergerak sendiri” dan semakin liar saat musik pengiring dipercepat dengan bacaan mantra dari pawang Bambu Gila
Dalam atraksi debus tersebut tujuh lelaki akan berpegangan pada bambu dan mencoba menahannya. Namun semuanya kelelahan. Tuturnya.
Sementara itu, seorang pawang terus mengucapkan mantra, salah satunya dengan seruan untuk menjaga agar bambu tetap terkendali dan tidak mencelakai pemain.
“Semakin cepat irama musik dan mantra dibacanya, semakin sulit pula bambu dikendalikan, sehingga tercipta suasana dramatis yang memikat penonton.” Ungkap Kuwu Yanto desa Waled Asem
Ditambahkan Kuwu Nastori, ini lebih dari sekadar atraksi mistis, Bambu Gila juga menyimpan makna kebersamaan. Gerakan para pemain melambangkan pentingnya sinergi dan gotong royong.
Oleh karena itu, tradisi seni dan budaya Bambu Gila tetap menghadapi tantangan bagi Generasi muda yang lebih akrab dengan hiburan digital membuat tradisi ini rawan ditinggalkan.
Namun, komunitas budaya lokal seperti Tapak Lodaya masih aktif menjaganya melalui festival, sanggar seni, hingga pertunjukan pariwisata.
“Tanpa regenerasi pawang dan dokumentasi yang baik, Bambu Gila bisa tergerus zaman juga seni dan budaya di Cirebon Timur.” Tegasnya. (Jamil)
More Stories
KAI Daop 3 Sediakan Layanan Kereta Api Murah dan Cepat “Perkuat Transportasi Publik”
Batalyon Arhanud 14/PWY dan Persit KCK Yonarhanud 14 PD III Siliwangi, Berikan Bantuan Paket Sekolah Ke SMPN 12 Kota Cirebon
Bupati Majalengka Hadiri Pelantikan Ketua PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi dan Ketua Posyandu Kecamatan