Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – RSUD Waled mengadakan konferensi pers terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi dilingkungan rumah sakit yang dilakukan oleh oknum peserta pendidikan dokter spesialis.
Konferensi pers tersebut berlangsung di kantor ruangan RSUD Waled kabupaten Cirebon. Senin (10/11/2025).
Disampaikan Plt Direktur RSUD Waled dr. Dewi Damayanti, dirinya mengklarifikasi terkait adanya berita kasus pelecehan seksual yang terjadi. Itu bukan dokter tetap RSUD Waled, melainkan oknum peserta pendidikan dokter spesialis.
Jadi, saya tegaskan bahwa pelaku pelecehan seksual bukan dokter yang notabene nya berdinas di RSUD Waled melainkan peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS).
” Mereka calon dokter spesialis kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang sedang menjalani pendidikan di rumah sakit Waled.” Terang dr. Dewi, saat konferensi pers berlangsung.
Plt. Direktur RSUD Waled menambahkan, bahwa kasus korban sendiri merupakan salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati yang sedang menempuh pendidikan profesi dokter di RSUD Waled.
“Jadi, antara pelaku dan korban pelecehan seksual tersebut bukan pegawai tetap RSUD Waled.” Ungkapnya.
Masih kata dr. Dewi, atas kejadian itu pihak RSUD Waled berkoordinasi dengan pihak Fakultas Kedokteran UGJ, Unpad dan aparat kepolisian setempat.
Bahkan dengan langkah cepat, kami melakukan pengamanan bagi terutama korban dengan melakukan konseling psikologis juga mendampingi dalam proses pelaporan ke Polresta Cirebon.
” Dan, sepakat antara RSUD Waled serta Fakultas menindaklanjuti kasus ini, dan bila terbukti. Maka sanksi akademik juga hukum pidana menungu pelaku,” Ujarnya.
Tak hanya itu, dr Dewi mengatakan RSUD Waled sangat empati dan berkomitmen mendukung korban untuk mendapatkan keadilan serta menjamin keamanan lingkungan pendidikan dirumah sakit.
Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, dr. Catur, bahwa Fakultas UGJ berkomitmen melindungi mahasiswa dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Oleh karena itu, dirinya sangat serius dengan adanya peristiwa ini, atas dugaan pelanggaran etika dan kekerasan seksual dilingkungan pendidikan Kedokteran.
Begitu juga pihaknya mengambil langkah cepat dari verifikasi laporan, pendampingan psikososial, koordinasi dengan RSUD Waled dan Unpad juga menjaga kerahasiaan identitas korban.
Bahkan Catur juga mengimbau kepada masyarakat dan media untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi terkait kasus ini.
“Kami berharap semua pihak tidak menyebarkan identitas korban atau pelapor, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Yudi, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah membentuk tim etik dan hukum untuk memproses laporan tersebut.
“Kami menegaskan, pelaku adalah oknum. Fakultas tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas, bahkan menghentikan pendidikan yang bersangkutan bila terbukti,” kata Prof. Yudi.
Ia menambahkan, Unpad berkomitmen menjaga integritas dan kualitas pendidikan kedokteran, serta memastikan kasus ini tidak mencoreng nama baik tenaga medis yang menjalankan profesinya dengan benar.
“Kami sangat konsen dengan kasus ini. Jika perlu, kami tarik seluruh peserta pendidikan yang sedang bertugas di RSUD Waled untuk menjaga nama baik lembaga,” tegasnya.
Keluarga Korban, R. Hamzahiya, mengutarakan kekecewaannya karena dari pihak RSUD Waled, Unpad, dan UGJ tidak ada permintaan maaf kepada korban.
“Saya hanya ingin pihak-pihak terkait meminta maaf kepada korban, saya berulangkali datang ke RSUD Waled tetapi selalu dikecewakan,” ujarnya dalam Forum konferensi pers.
Ia meminta kepada APH yakni Polresta Cirebon untuk segera menangani kasus ini hingga tuntas.
“Saya akan pasang spanduk “mengecam keras dugaan pelecehan seksual” di depan RSUD Waled, semakin lama penanganannya maka akan semakin lama spanduk tersebut dipajang,” pungkasnya. (Red/*)
More Stories
KAI Daop 3 Sediakan Layanan Kereta Api Murah dan Cepat “Perkuat Transportasi Publik”
Batalyon Arhanud 14/PWY dan Persit KCK Yonarhanud 14 PD III Siliwangi, Berikan Bantuan Paket Sekolah Ke SMPN 12 Kota Cirebon
Bupati Majalengka Hadiri Pelantikan Ketua PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi dan Ketua Posyandu Kecamatan