Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Pelayanan Humas BPJS RSUD Waled Disorot “Diduga Tidak Beretika” R. Hamzaiya Desak Evaluasi Menyeluruh

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled kembali menjadi sorotan publik, setelah sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait pelayanan di bagian Humas BPJS.

Pelayanan yang seharusnya menjadi garda terdepan komunikasi rumah sakit dengan pasien itu disebut-sebut tidak menunjukkan etika pelayanan yang baik, bahkan dinilai terkesan meledek dan merendahkan saat memberikan penjelasan kepada warga.

Keluhan ini kemudian mendapat perhatian serius dari tokoh pemuda Cirebon Timur, R. Hamzaiya, yang menilai bahwa dugaan perilaku tidak profesional tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa evaluasi internal yang jelas.

Menurutnya, humas merupakan wajah institusi, sehingga standar sopan santun dan profesionalitas harus benar-benar dijaga.

“Bagian humas itu berhubungan langsung dengan masyarakat. Bila benar ada petugas yang melayani dengan cara yang tidak sopan, apalagi terkesan meledek, itu bentuk kegagalan fungsi. RSUD Waled harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tegas R. Hamzaiya.

Ia menambahkan, dalam konteks pelayanan publik, terutama yang bersentuhan dengan program BPJS Kesehatan yang digunakan oleh mayoritas masyarakat, sikap menghargai pasien dan keluarga pasien bukan sekadar etika, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial rumah sakit.

“Masyarakat datang membawa harapan dan keresahan, bukan untuk diperlakukan secara tidak serius. Tugas humas adalah menjelaskan, menenangkan, dan membantu, bukan memperumit atau memperburuk keadaan,” tandasnya.

Sedangkan dari laporan yang diterima, sejumlah warga mengeluhkan bahwa mereka tidak diberi perhatian, jawaban yang diberikan tidak jelas, bahkan ada yang merasa diperlakukan dengan nada meremehkan. 

“Situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap rumah sakit.” Terangnya. 

Bahkan Hamzaiya menilai perlunya transparansi dan tindakan cepat dari pihak manajemen RSUD Waled sangat diperlukan. Ia mendorong rumah sakit untuk:

1. Melakukan evaluasi internal terhadap petugas humas BPJS, termasuk pola komunikasi dan etika pelayanan.

2. Memberikan pelatihan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya terkait pendekatan humanis dan empati.

3. Membangun sistem pengawasan yang lebih ketat agar laporan masyarakat tidak berhenti di meja keluhan, tetapi diteruskan menjadi kebijakan perbaikan.

4. Membuka ruang klarifikasi dan komunikasi agar masyarakat mengetahui keseriusan pihak rumah sakit dalam menangani persoalan ini.

“Ini bukan persoalan kecil. Humas adalah pintu pertama yang menentukan citra rumah sakit. Jika pintunya saja dianggap tidak menyambut dengan baik, bagaimana masyarakat bisa percaya pada layanan lainnya?” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kritik yang muncul dari masyarakat harus dianggap sebagai bahan introspeksi, bukan hal yang diabaikan. 

Apalagi RSUD Waled merupakan rumah sakit rujukan yang melayani wilayah cukup luas di Cirebon dan sekitarnya.

Dengan adanya sorotan ini, masyarakat kini menunggu langkah konkret dari manajemen RSUD Waled untuk memberikan klarifikasi sekaligus menunjukkan komitmen perbaikan. 

“Mereka berharap pelayanan humas dapat kembali menjalankan fungsi idealnya: memberikan pelayanan informatif, santun, ramah, dan profesional kepada seluruh warga tanpa kecuali.” Imbuhnya. (Raden Hmz) 

Spread the love