Juni 16, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Harga Gabah di Pengepul Lebih Tinggi, Petani Karangwareng Enggan Jual ke Bulog

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon, – Musim panen padi kedua tahun 2026 segera tiba di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Petani di Kecamatan Karangwareng mengaku enggan menjual gabah ke Bulog karena harga yang ditawarkan pengepul dinilai lebih menguntungkan.

Kuwu Karanganyar, Suranto, mengatakan bahwa produktivitas padi di wilayahnya cukup menjanjikan. “Rata-rata hasil per hektare sekitar 6 ton. Jika dihitung secara matematis, setelah dikurangi biaya pengolahan, pupuk, dan obat-obatan, petani bisa meraih keuntungan sekitar Rp14.000.000 per hektare,” ujar Suranto, Senin (14/6/2026).

Ia menambahkan bahwa masa tanam hingga panen normal berlangsung sekitar 90 hari, sehingga rata-rata pendapatan petani per bulan mencapai sekitar Rp4.500.000.

Menurut Suranto, semakin luas lahan garapan, semakin besar peluang pendapatan petani. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong kebangkitan kembali minat menjadi petani padi di daerah tersebut.

Selain menguntungkan secara ekonomi, lanjutnya, produksi padi lokal juga mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Meski demikian, Suranto menyayangkan perbedaan harga antara Bulog dan pengepul. “Harga gabah di pengepul lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima bila dijual ke Bulog. Karena itu, kecenderungan petani setiap panen adalah menjual ke pengepul,” ungkapnya.

Ia berharap Bulog dapat meninjau dan menyesuaikan harga agar petani kembali terdorong menjual ke lembaga tersebut.

Suranto menegaskan, jika Bulog serius dalam upaya mensejahterakan petani di Kabupaten Cirebon, khususnya wilayah timur, hal itu akan berkontribusi pada kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan. “Petani sejahtera, negara kuat,” tutupnya. (Adang Juhandi)

Spread the love