Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Di Situs Masjid Seribu Jin Di Gelar Haul Ki Gede Mundu “Bergema Tahlil dan Do’a Bersama”

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon, – Pemerintah desa Mundu Pesisir kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Jawa Barat, mengadakan haul Ki gede Mundu Syekh Brata Kelana di iringi kumandang tahlil, sholawat dan doa bersama di ikuti ratusan warga. Rabu (9/4/2025).

Kegiatan tersebut diiringi ratusan masyarakat sekitar yang dihadiri Camat Mundu bersama Muspika, kapolsek Mundu, bersama para kuwu, Danramil Astanajapura, ibu kader PKK, tokoh masyarakat perangkat dan lembaga desa serta undangan terkait lainnya.

Sedangkan acara berlangsung sukses dan kondusif yang di laksanakan bertempat di pelataran situs masjid Seribu Jin di Kilobama desa Mundu Mesigit, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Dalam prosesi agenda haul Kilobama berlangsung penuh khidmat, bernuansa islami dengan tahlil, doa bersama dan tausiyah oleh KH. M. Arif Suhartono di lokasi Masjid Seribu Jin, makam Keramat Ki Gede Mundu (Syekh Mudarim), Syekh Brata Kelana (Pangeran ing Desa Lautan) dan Mbah Syekh Kilobama (Syekh Abdurrohman Al Baghdadi).

Dalam sambutannya, Kuwu H. Khaerun desa Mundu Pesisir menyampaikan, situs keramat Kilobama merupakan salah satu aset wisata religi di kecamatan Mundu yang harus dikembangkan menjadi destinasi wisata religi.

Lebih dari itu, itus Kilobama sangat bagus untuk menyepi dalam menempa diri yang jauh dari keramaian sehari harinya dengan nuansa teduh dan tenang.

“Alhamdulillah pada hari ini, haul Kilobama diiringi sholawatan masyarakat menggema dalam perjalanan dari desa Mundu Pesisir ke Situs Kilobama berjarak kurang lebih 500 meter, penuh dengan aura kewalian,” Ungkapnya.

Kuwu H! Khaerun juga menambahkan, bahwa situs bersejarah ini, sangat cocok digunakan untuk bertafakur dengan suasana yang asri dan tenang membuat para peziarah dapat khusyuk dalam bermunajat pada Allah SWT.

Untuk itu, dirinya berharap mengenai destinasi religi yang bersejarah Kilobama ini, mohon kepedulian pemerintah dan instansi terkait dalam pembangunan situs, perawatan dan renovasi yang harus di lakukan sebagai aset cagar budaya di Cirebon Jawa Barat juga Nasional.

” Semua peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Kecamatan Mundu, jangan sampai punah di telan zaman digitalisasi serta kecanggihan teknologi.” harapnya.

SEJARAH KI GEDE MUNDU

Mengenai sejarah Ki Gede Mundu, di ungkapkan raden Iing, beliau merupakan seorang tokoh yang berasal dari Baghdad, datang di tanah Jawa sekitar tahun 1420 M. Dan, merupakan abdi ndalem Keraton kesepuhan yang memiliki jasa besar. Pada saat Pangeran Brata Kelana yang memiliki julukan Seda Ing Lautan, setelah beliau meninggal dan terbunuh di tengah lautan.

Tak hanya itu jelas Raden Iing, bahwa situs sejarah yang dikenal dengan Masjid Seribu Jin ini, masih bisa kita lihat langsung dan nyata.

Ada sebuah bangunan pondasi tempo dulu yang tersusun dari tumpukan bata yang merupakan sebuah masjid peninggalan Ki Lobama. Seorang mubalig dari Timur Tengah, Baghdad yang bernama lengkap Syekh Abdurrohman Al-Baghdadi yang dipercaya sebagai utusan dari Sultonul Aulia Syekh Abdul Qodir al Jailani untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, pada sekitar abad ke-11.

“Ini yang menjadi cikal bakal lahirnya sejarah Masjin Jin, Kigede Mundu, Syekh Brata kelana serta situs sejarah lainnya yang ada di wilayah Desa Mundu Mesigit, kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon,” Terangnya.

Raden Iing pun menceritakan, Makam Adipati Terung saat itu, Syekh Syarif Abdurrohman berdakwah di tanah jawa di wilayah yang sekarang bernama Mundu Mesigit untuk melaksanakan misinya dengan membangun masjid yang bila dilihat mirip candi di Jawa Timur atau Singasari Akhir.

Selain sebagai sarana ibadah ritual, masjid tersebut juga digunakan beliau untuk menggembleng santri-santrinya dalam hal menuntut ilmu agama Islam serta ilmu-ilmu lainnya.

“Dari sinilah, beliau memiliki nama julukan ‘Ki Lobama’ alias Kiai yang loba (banyak) ilmu agama.” tuturnya.

Masih kata Raden Iing, bahwa bangunan masjid ini dikenal dengan istilah masjid seribu jin yang terdapat sumur keramat yang airnya jernih serta adem yang dipercaya para ziarah bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit juga sebagai salah satu sarana untuk menyucikan diri.

Selain itu, makam Ki Lobama, di pemakaman ini juga banyak makam lainnya, baik yang sudah tua maupun baru, termasuk juga makam anak dari Sunan Gunung Jati yang bernama Pangeran Brata Kelana (Pangeran Seda Lautan ).

Terdapat lima tokoh yang dimakamkan di tempat ini, yaitu Ki Lobama (Syekh Abdurrahman al-Baghdadi), Pangeran Brata Kelana Seda Lautan, Nyimas Rara Kafi (Istri ke-4 Sunan Gunung Jati), Walang Sungsang, Ki Dampu Awu, Pangeran Nuruzzaman, Nyimas Kadilangu (Cicit ke-17 Syekh Gunung Jati) dan Ki Gede Mundu serta lainnya.

”Tempat situs inilah yang menjadikan sebagai tempat situs bersejarah yang diakui dan sudah di teliti oleh cagar budaya Jawa Barat di Cirebon.” jelas Raden Iing.

Hal senada disampaikan Camat Mundu Novi Komala Sari, dirinya sangat mengapresiasi adanya kegiatan haul Ki Gede Mundu Syekh Brata Kelana yang di lestarikan oleh pemerintah Desa Mundu Pesisir.

” Saya berharap momentum ini terus dijaga sebagai salah satu tradisi dan budaya yang harus di kembangkan dan jangan sampai nilai luhur pendahulu sebagai tonggak sejarah dan pengetahuan kita punah di telan zaman,” pungkasnya. (Toto M Said)

Spread the love