Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Jembatan Gantung yang membentang sepanjang 232 meter dengan lembar 1,8 meter ambruk yang terletak di Babakan losari lor Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Padahal jembatan gantung tersebut baru tiga bulan diresmikan dengan menelan anggaran dari kementrian PUPR hampir 13,8 milyar.

” Kok bisa ya, jembatan gantung bernilai 13,8 Milyar bisa ambruk dan rusak begini ??.” Kata tokoh ulama Cirebon timur Ustadz Rifqi kepada media. Minggu (16/11/2025).
Menurutnya, awal dari tujuan pembangunnnya jembatan gantung ini untuk mempermudah akses jalan masyarakat dari yang 30 menit menjadi hanya itungan per menit.
“Tetapi kini terasa, manfaat dan harapan masyarakat dikecewakan dengan kualitas dari jembatan gantung yang baru diresmikan tiga bulan lalu ambruk” Ungkapnya.
Lanjut ustadz Rifki, penyebab hancurnya Jembatan gantung itu, diduga banyak aspek baik pekerjaan, pengawasan hingga kwalitas matrial dan lainnya tidak sesuai tupoksi.
“Jika sudah begini siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana sangsi hukumnya.” Tandas ustad Rifqi yang merasa kecewa saat ditemui di salah satu rumah makan.
Lebih jauh Ustadz yang malang melintang di dunia aktifis menyampaikan tidak cukup hanya di perbaiki runtuhnya jembatan saja, tetapi KPK segera usut tuntas para pelaku yang terlibat dalam pengusulan serta pengerjaan jembatan tersebut.
” Ini duit rakyat jangan seenaknya di jadikan bancakan tanpa menghiraukan keselamatan rakyat.” ungkapnya dengan nada geram.
Tak hanya itu, waktu di resmikian hampir seluruh petinggi Kabupaten Cirebon serta kementrian hadir. kenapa jadi begini sungguh sangat memalukan dunia.
Sekali lagi saya tegaskan, agar KPK jangan diam usut tuntas dan seret ke ranah hukum bagi para pelaku kualitas dari Jembatan gantung bisa hancur, setelah 3 bulan diresmikan. Tegasnya. (Red/adang juhandi)
More Stories
Bupati Majalengka Hadiri Pelantikan Ketua PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi dan Ketua Posyandu Kecamatan
Danrem 063/SGJ Terima Kunjungan Kapolresta Cirebon, Tegaskan Soliditas TNI–Polri
Majalengka Peringkat Tiga se-Jawa Barat dalam Serapan Jagung tahun 2025