Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

IDI Jawa Barat “Ungkap 10 Kasus Influenza Varian Baru” Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Cirebon Online

Cirebon, – Ditemukannya varian baru influenza kembali menjadi perhatian publik setelah Kementerian Kesehatan melaporkan puluhan kasus influenza H3N2 subclade K di Indonesia.

Varian ini belakangan populer di masyarakat dengan sebutan “super flu”. Dari total 62 kasus yang tercatat secara nasional, sebanyak 10 pasien berasal dari wilayah Jawa Barat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, Moh Lutfhi, menyampaikan bahwa seluruh kasus di provinsi tersebut telah melalui pemeriksaan lanjutan menggunakan metode whole genome sequencing (WGS).

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan jenis dan karakteristik virus secara lebih mendalam.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, ada 10 pasien di Jawa Barat yang telah diperiksa dan hasilnya menunjukkan positif setelah dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing,” ujar Lutfhi kepada media. Senin (5/1/2026).

Meski demikian, IDI Jawa Barat belum dapat memaparkan secara rinci lokasi atau wilayah persebaran kasus tersebut. Lutfhi menjelaskan bahwa pengumpulan data, pemetaan wilayah, serta pelacakan penularan merupakan ranah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Kesehatan.

“Kami belum menerima data detail terkait sebaran wilayahnya. Biasanya surveilans epidemiologi menjadi kewenangan Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Lutfhi juga menekankan pentingnya meluruskan istilah “super flu” yang ramai digunakan.
Menurutnya, istilah tersebut bukanlah terminologi medis resmi.

Dalam dunia kedokteran, kondisi tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai influenza like illness (ILI), yakni kumpulan gejala flu yang dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus.

“ILI ini tidak selalu disebabkan oleh satu virus tertentu. Bisa karena virus influenza, tapi juga bisa dipicu oleh virus lain seperti rhinovirus, parainfluenza, atau jenis virus pernapasan lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Lutfhi menerangkan bahwa virus influenza sendiri memiliki beberapa tipe utama, di antaranya H1N1 dan H3N2. Di Indonesia, tipe H3N2 justru lebih sering ditemukan dibandingkan tipe lainnya. Adapun subclade K yang saat ini terdeteksi merupakan hasil mutasi dari H3N2.

“Mutasi ini memang ada, tetapi perubahannya tidak bersifat ekstrem. Karakteristiknya relatif mirip dengan virus influenza lain yang selama ini sudah dikenal,” terangnya.

Berdasarkan karakter tersebut, IDI Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik berlebihan. Dari sisi tingkat keparahan, influenza varian ini dinilai tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya. Perbedaannya terletak pada kemampuan penularan yang cenderung lebih cepat.

“Ini pada dasarnya masih virus flu biasa. Tidak perlu disikapi seperti pandemi Covid-19 karena jenisnya sangat berbeda. Tingkat bahayanya pun hampir sama dengan virus flu lainnya, hanya saja penyebarannya bisa lebih cepat,” tutur Lutfhi.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu yang berat atau berkepanjangan.

Dengan kewaspadaan yang tepat, risiko penyebaran dapat ditekan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. ***

Spread the love