Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Saluran irigasi tersier sepanjang hampir 1 kilometer di tengah pemukiman warga Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akhirnya dinormalisasi oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat. Normalisasi ini dilakukan setelah lumpur kering menumpuk hingga hampir 1 meter, yang sering memicu banjir menggenangi rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Kuwu Cibogo, Ahmad Hudori, menyatakan kegembiraannya saat ditemui di lokasi pekerjaan. “Warga merasa lega setelah PSDA Jawa Barat gencar melakukan normalisasi. Betul, setelah lebih dari 5 tahun baru kali ini ada perhatian dari mereka,” ujar Kuwu dua periode tersebut.
Menurut Hudori, saluran irigasi ini sangat vital bagi petani setempat. “Saluran tersier ini amat penting untuk kebutuhan petani, sehingga mestinya ada pemeliharaan secara periodik. Jangan sampai bertahun-tahun baru dilirik setelah rakyat teriak di media sosial,” kritiknya. Ia juga menyoroti perlunya gerakan pengawasan (kontroling) PSDA yang lebih intensif. “Jangan seperti polisi India yang baru tahu setelah kejadian,” tambah Hudori, yang juga mantan Sekretaris Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) Kabupaten Cirebon.
Meski terlambat, Hudori menilai langkah ini tetap positif. “Tidak ada kata terlambat untuk berbuat demi kepentingan rakyat, terutama petani, dalam mendukung peningkatan swasembada pangan di wilayah Cirebon Timur,” pungkasnya.
Normalisasi ini diharapkan mengurangi risiko banjir dan meningkatkan produktivitas pertanian. (Adang Juhandi)
More Stories
Jumat Berkah Kliwon “Forum Jurnalis Online, Indocement, Cirebon Power dan KaI Berbagi Rejeki”
Saat Klarifikasi, RS UMC Astanajapura Akui “Penanganan Pasien, Ada Kendala Ruang dan Komunikasi”
SMK Muhammadiyah Ciledug Buka Penerimaan Siswa Baru 2026/2027 dengan Beragam Unggulan