Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, — Banjir yang melanda sejumlah desa di Cirebon Timur kembali menjadi pengingat bahwa peran industri tidak hanya sebatas kegiatan ekonomi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.
Dalam situasi darurat seperti ini, sejumlah pabrik yang beroperasi di wilayah tersebut tidak terlihat memberikan bantuan atau dukungan kepada warga yang terdampak, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR).
Pemerhati publik Cirebon Timur, R. Hamzaiya S.Hum, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi ini. Ia menilai bahwa kehadiran industri seharusnya memberikan dampak sosial yang lebih luas, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana.
“Industri memiliki kapasitas yang cukup besar. Karena itu, keterlibatan mereka dalam membantu masyarakat saat banjir seperti ini sangat dinantikan. Kehadiran mereka bukan hanya dalam bentuk lapangan pekerjaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” jelasnya.
Hamzaiya menekankan bahwa banyak pabrik di Cirebon Timur telah membawa perubahan ekonomi, tetapi masih perlu meningkatkan komitmen sosial agar keberadaan mereka benar-benar memberikan manfaat yang berimbang bagi warga sekitar.
“Kita menyadari bahwa industri adalah salah satu penggerak ekonomi daerah. Namun, ketika masyarakat menghadapi kesulitan seperti banjir, tentunya diharapkan ada kontribusi nyata dari pihak industri melalui program CSR yang terarah dan responsif,” tambahnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CSR oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Cirebon Timur.
Menurutnya, regulasi yang sudah ada perlu ditegakkan dengan baik agar hubungan antara industri, pemerintah, dan masyarakat berjalan lebih harmonis.
“Pemerintah perlu memastikan bahwa kewajiban sosial perusahaan berjalan secara konsisten. Tidak hanya pada saat seremoni atau kegiatan rutin, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi bencana dan membutuhkan kehadiran berbagai pihak,” ungkapnya.
Lebih jauh, dirinya berharap situasi banjir ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara industri dan masyarakat, sekaligus mendorong perusahaan agar lebih proaktif dalam memberikan bantuan di masa-masa sulit.
“Kita ingin Cirebon Timur dikenal bukan hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki solidaritas dan kepedulian tinggi. Perusahaan dapat mengambil peran penting dalam mewujudkan hal tersebut,” tutupnya. (Raden Hz)
More Stories
Peringatan Hari Desa 2026 “Desa Berdaulat, Indonesia Kuat”
Kapolresta Cirebon Memberikan Penerangan Hukum kepada Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Cirebon
Kuwu Mertapada Wetan Tegaskan, Sudah Jadi Keharusan Revisi Kepengurusan Petugas Puskesos