Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Tim PKM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Bersama DKM Masjid Baiturrahim Karangsuwung Gelar Penguatan Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon, – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama pengurus DKM Masjid Baiturrahim Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, kabupaten Cirebon menggelar kegiatan “Penguatan Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Masjid dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD)”. 

Program ini menjadi langkah konkret dalam mendorong masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Dr. Sigit Nurhendi, S.E., M.E, yang menjelaskan secara rinci bagaimana metode ABCD dapat diimplementasikan di lingkungan masjid. 

Metode ini menekankan pada penggalian potensi dan aset yang sudah dimiliki masyarakat, bukan berfokus pada kekurangan.

Dalam pemaparannya, Dr. Sigit menegaskan bahwa masjid memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi umat. Namun, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi. 

“Masjid harus memiliki pengurus yang mampu memanajemen wakaf dengan benar, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan. Masjid juga harus memiliki legalitas yang jelas serta pengembangan wakaf yang terstruktur. Jika dikelola secara profesional, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan aset fisik masjid dapat diarahkan untuk memperkuat perekonomian warga, mulai dari pemberdayaan UMKM, pemanfaatan lahan produktif, hingga kegiatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Baiturrahim, KH. Wawan Ridwan, M.Ag, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. 

“Insya Allah membawa banyak manfaat bagi jamaah dan warga sekitar. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pemberdayaan umat,” tuturnya.

KH. Wawan berharap, ilmu dan wawasan yang disampaikan narasumber dapat diterapkan dalam program-program masjid ke depan, terutama dalam hal pengelolaan wakaf dan pemberdayaan ekonomi jamaah.

Program Diskusi ini semakin relevan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Masjid sejatinya memiliki modal sosial yang sangat besar: jamaah yang solid, ruang komunitas yang aktif, kepercayaan publik yang tinggi, hingga tradisi gotong royong yang mengakar kuat. Sayangnya, modal sosial tersebut sering belum diberdayakan secara optimal untuk kebutuhan ekonomi umat.

Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) menawarkan cara pandang baru. Metode ini mengajak masyarakat untuk mengenali kekuatan dan aset yang sudah dimiliki, bukan berfokus pada apa yang kurang. 

Dalam konteks masjid, aset tersebut bisa berupa lahan wakaf, dana infak, jamaah dengan berbagai keterampilan, jaringan tokoh masyarakat, hingga potensi usaha lokal.

Ketika semua potensi itu diorganisir dengan baik, masjid dapat berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Tidak lagi sekadar menunggu bantuan, tetapi bergerak mandiri dengan memanfaatkan kekuatan internal umat.

Keterlibatan akademisi seperti Dr. Sigit membuat program ini semakin kuat, karena teori pemberdayaan dipadukan dengan praktik lapangan yang sesuai konteks sosial masyarakat desa. 

Sinergi antara perguruan tinggi dan masjid untuk berkolaborasi yang efektif dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Kegiatan di Masjid Baiturrahim Karangsuwung ini diharapkan menjadi awal dari transformasi peran masjid di wilayah Kabupaten Cirebon. 

“Jika model pemberdayaan ini berhasil dikembangkan, masjid dapat menjadi ruang lahirnya UMKM baru, koperasi masjid yang transparan, pusat pelatihan keterampilan, hingga wadah pengembangan wakaf produktif.” Tuturnya. 

Lebih jauh lagi, program ini bisa menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain untuk mengambil peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara spiritual, sosial, dan ekonomi. (Adef)

Spread the love