Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, — Pemerintah Desa Luwung Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi Mapag Sri yang dipusatkan di depan balai desa setempat. Minggu (21/9/2025).
Kegiatan ini didukung penuh oleh masyarakat sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan semangat para petani menjelang musim panen padi.
Disampaikan kuwu Tajudin, Mapag Sri merupakan bentuk nyata pelestarian budaya agraris yang masih terjaga kuat di wilayah pesisir Cirebon.
“Seni dan budaya yang berlangsung bukan sekedar hiburan, tetapi bagian dari sejarah budaya warisan dari nenek moyang kita,” katanya.
Ia menambahkan, tradisi seperti Mapag Sri perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai luhur, mulai dari rasa bersyukur kepada Tuhan atas hasil pertanian.
“Sekarang ini di wilayah pesisir juga tengah digalakkan kembali sedekah laut atau nadran, termasuk pentas tari topeng, angklung bungko, wayang kulit, golek dan lainnya. Semua ini merupakan upaya bersama untuk merawat budaya Cirebon,” katanya.
Kuwu Tajudin menambahkan bahwa Mapag Sri merupakan tradisi menjelang panen yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur.
Dan, tradisi ini juga menjadi sarana refleksi dan penyemangat bagi petani yang sebagian besar baru mulai panen meski masa tanam sempat mundur.
“Alhamdulillah tahun ini kami bisa kembali menyelenggarakan Mapag Sri dengan kondusif dan sukses,” ungkapnya.
Ia pun berharap tradisi Mapag Sri terus dilestarikan, karena mampu memperkuat rasa kebersamaan warga sekaligus menyatukan semangat untuk terus bekerja dan menjaga kearifan lokal.
“Semoga tradisi ini bisa menambah semangat bertani, meningkatkan hasil, dan menguatkan persatuan di tengah masyarakat,” harap kuwu Tajudin. (Jamil)
More Stories
Peringatan Hari Desa 2026 “Desa Berdaulat, Indonesia Kuat”
Kapolresta Cirebon Memberikan Penerangan Hukum kepada Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Cirebon
Kuwu Mertapada Wetan Tegaskan, Sudah Jadi Keharusan Revisi Kepengurusan Petugas Puskesos