Cirebon Online
Kota Cirebon, – Akibat adanya tumpahan puluhan ribu liter yang diduga cairan kimia, mencemari lingkungan di tiga RW di Kelurahan Argasunya Kec Harjamukti Kota Cirebon.
Hal ini terjadi, di sebabkan ada truk tanki berisi 29 ribu kilo gram cairan tersebut terguling saat melintas di KM 205 Tol Palikanci pada Rabu 23 April 2025 dini hari.
Disampaikan Ketua LPM Kelurahan Argasunya, Dede Lesmana, di diduga cairan kimia berwarna kekuningan menyerupai minyak goreng. Dan, tumpahannya langsung memenuhi saluran sungai kecil yang mengalir ke Sungai Kedung Mendeng di RW 3 kelurahan setempat.
Oleh sebab itu, warga berbondong-bondong mengambil cairan yang diduga mengandung kimia tersebut. “Mereka membawa galon hingga jrigen untuk mengumpulkannya karena meyakini kalau cairan itu adalah minyak goreng,” Ungkapnya.
Masih kata Dede, ia bersama menggelar pertemuan dengan beberapa ketua RW setempat bersama warga, sangat kawatir dengan cairan kimia dan mengandung solar yang mengakibatkan sungai yang tercemar ikan pada mati. Bahkan ayam juga di sekitar sungai yang tercemar ditemukan sudah tak bernyawa.
Pertemuan tersebut di hadiri Ketua RW 08 Kopi Luhur, Teryono, Ketua RW 09 Cibogo Abdul Rojak, Ketua RW 04 Surapandan Udin Saprudin dan Ketua RW 06 Kedung Krisik Selatan, Suhenda dan Sekretaris Keluarahan (Seklur) Kelurahan Argasunya, Samsul.
Dede menambahkan, pihaknya bersama para ketua RW, terutama pada warga di tiga wilayah RW yang terdampak, sudah menghimbau agar warga beehati-hati.
“Namun hingga Kamis sore, tetap saja saja tak sedikit warga yang nekat mengumpulkan cairan tersebut,” Ujarnya.
Sedangkan terkait persoalan tersebut, mereka sudah mengirimkan laporan ke kelurahan dan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon.
Bahkan sudah mendesak agar pihak Jasa Marga selaku pengelola Tol Palikanci menunjukan kepeduliannya.
“Ya Jasa Marga turun lah ke lingkungan kami. Lihat langsung jangan menunggu dulu ada korban. Untuk memastikannya, lakukan observasi,” pintanya.
Menurutnya, terkait Jasa Marga ini, para RW mengeluhkan ketidakpekaan Jasa Marga kepada warga selama ini. Sehingga mereka pesimis Jasa Marga turun serius ke lapangan.
“Ini berkaca dari pengalaman sejak lama. Di mana dulu kita pernah bertemu dan menyampaikan segala persoalan akibat dampak tol, tapi janji-janji saja tak pernah ada tindaklanjutnya,” papar para ketua RW lainnya.
Disebutkan, jumlah warga di wilayah RW yang langsung bersentuhan dengan tol Palikanci diperkirakan lebih dari 10 ribu jiwa.
Selama ini, para RW selalu berusaha menenangkan agar warga tak melakukan hal-hal diluar ketentuan.
Ditanya apakah mereka pernah menerima bantuan Corporate Social Responcibility (CSR) dari pihak Jasa Marga, mereka menjawab komak belum pernah.
“Padahal banyak sekali persoalan, mulai jalanan di wilayah rw yang rusak, penerangan jalanan yang gelap. Begitupun ketidakbisaan bus BRT melewati jembatan tol akibat sempit dan trahalang atap, menambah penderitaan warga,” tutur Teryono salah satu kerua RW seraya diamini yang lainnya.
Sementara itu, perihal tumpahnya cairan diduga kimia tersebut belum ada tanggapan resmi dari pihak Jasa Marga. Begitupun mengenai keluhan warga akan ketidakpedulian Jasa Marga. ***
More Stories
KAI Daop 3 Sediakan Layanan Kereta Api Murah dan Cepat “Perkuat Transportasi Publik”
Batalyon Arhanud 14/PWY dan Persit KCK Yonarhanud 14 PD III Siliwangi, Berikan Bantuan Paket Sekolah Ke SMPN 12 Kota Cirebon
Bupati Majalengka Hadiri Pelantikan Ketua PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi dan Ketua Posyandu Kecamatan