Januari 15, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Warga Brebes Siap Geruduk Semarang Desak Pemprov Paripurnakan Pemekaran

Cirebon Online 

Jawa Tengah – Suara aspirasi warga Brebes kembali menggelora. Setelah lama menunggu kejelasan, masyarakat yang tergabung dalam Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes (KPPKB) berencana mendatangi DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 16 Desember 2025. 

Mereka ingin usulan pemekaran Kabupaten Brebes segera diparipurnakan dan dikirim ke pemerintah pusat.

Rencana ini disampaikan Sekretaris Komite Pemekaran, Agus Setiono, usai rapat evaluasi di Kafe Orange Paguyangan, Minggu (2/11/2025). 

Ia menyatakan, “Kami akan kembali datang ke Semarang dengan 20 bus. Ini bentuk keseriusan warga Brebes untuk memperjuangkan haknya.” tegasnya, 

Agus mengungkapkan langkah ini bukan simbol perlawanan, tapi dorongan agar Pemprov dan DPRD Jateng tidak menunda pembahasan paripurna pemekaran. 

“Pihaknya berharap tahun ini terjadi kepastian karena warga sudah terlalu lama menunggu.” Tandasnya. 

Ketua Komite Pemekaran, Imam Santoso, juga menyampaikan bahwa kedatangan kembali ke Semarang bukan untuk konfrontasi, melainkan untuk mengingatkan bahwa aspirasi masyarakat Brebes selatan semakin mendesak untuk diwujudkan. 

“Kami hanya ingin mengingatkan, pemekaran ini lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekedar ambisi politik,” ujarnya.

Sebelumnya, Komite Pemekaran mengunjungi Gedung Berlian DPRD Jawa Tengah pada 27 Oktober 2025. Kepala Biro Otonomi Daerah (Otda) Provinsi Jawa Tengah, Yasip Khasani, menjelaskan proses pemekaran Brebes masih dalam tahap pembahasan bersama Pemprov dan DPRD.

“Sebelum naik ke pusat, harus ada persetujuan eksekutif dan legislatif. Berkasnya tidak mandek tapi masih dikaji,” kata Yasip di Semarang.

Menurut Yasip, pembentukan daerah otonomi baru memerlukan proses yang panjang dan berlapis, termasuk izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta pembaruan data kependudukan, potensi ekonomi, dan pendapatan asli daerah (PAD). 

Dirinya menambahkan, ada tiga pilar utama: kemampuan fiskal, kesiapan SDM, dan kesiapan wilayah fisik termasuk calon ibu kota kabupaten baru.

Meski prosesnya rumit, Yasip mengapresiasi kegigihan masyarakat Brebes yang terus menyuarakan aspirasi.

“Semangat mereka menunjukkan pemekaran ini benar-benar lahir dari bawah, bukan rekayasa politik,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Komisi A DPRD Jateng, Imam Teguh Purnomo, memastikan akan menonton hasil audiensi tersebut. 

“Dalam permasalahan yang menyangkut banyak warga, tentu kami kawal agar tidak berlarut-larut.”

Kini harapan besar muncul di DPRD dan Pemprov Jawa Tengah. Jika pembahasan paripurna tidak segera digelar, gelombang kedatangan 20 bus warga Brebes ke Semarang pertengahan Desember akan menjadi momentum baru dalam sejarah perjuangan pemekaran wilayah itu. Pungkasnya. ***

Spread the love