Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Polemik mengenai pupuk yang sempat mencuat di kalangan petani Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pengurus Koperasi Sakarosa KPTR Lemahabang.
Ketua Koperasi, Lili Mashuri, bersama Wakil Ketua, Mohammad Syafii, menegaskan bahwa isu yang beredar bukanlah terkait pupuk subsidi, melainkan pupuk non subsidi.
Menurut Lili Mashuri, pupuk subsidi dari pemerintah sudah tersalurkan dengan baik dan jelas jumlahnya.
“Pupuk subsidi sudah clear, tersalurkan sesuai ketentuan. Yang menjadi keluhan masyarakat adalah pupuk non subsidi,” ujarnya, saat klarifikasi, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, distribusi pupuk subsidi terakhir dilakukan pada bulan November lalu dengan jumlah yang sesuai, yakni sekitar 12 kuintal per hektar ditambah pupuk ZA 1 kuintal 8 kilogram.
Namun, belakangan muncul kesalahpahaman karena sebagian petani mengira yang dimaksud adalah pupuk subsidi. Padahal, kebutuhan petani saat ini hanya sekitar 500 Kilogram atau 5 kwintal pupuk ZA per hektar. Sementara pemerintah memberikan pupuk subsidi ZA hanya 108 kilogram.
Selama dua pekan terakhir, para petani kesulitan mendapatkan pasokan tersebut sehingga menimbulkan keresahan.
Wakil Ketua Koperasi, Mohammad Syafii, menekankan bahwa pihaknya berharap distributor segera menyalurkan pupuk non subsidi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Harapan kami, distribusi bisa dipercepat agar petani tidak menunggu terlalu lama. Ini murni soal pupuk non subsidi, bukan subsidi,” jelasnya.
Koperasi Sakarosa juga meminta rekan-rekan media untuk meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut.
“Kami mohon agar pemberitaan diklarifikasi, supaya tidak dianggap sebagai masalah pupuk subsidi. Yang dikeluhkan masyarakat adalah pupuk non subsidi,” tegas Lili Mashuri.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan keresahan petani segera teratasi dan distribusi pupuk non subsidi dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan pertanian di Kecamatan Lemahabang tetap terpenuhi. (Red)
More Stories
Brebes Siaga Kemarau! Ancaman Kekeringan dan Karhutla Diantisipasi Sejak Dini
SMPN 2 Losari Giatkan Keagamaan “Dengan Dhuha Berjamaah dan Tadarus Untuk Siswa Penerus Bangsa”
Jalan Penghubung 2 Kecamatan dan 4 Desa Rusak Bertahun-tahun “Warga Kecewa dan Marah”