September 7, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

BUMDes Dewata Prima Waled Kota, Raup Laba Rp100 Juta pada 2026

Cirebon online

Kabupaten Cirebon. – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dewata Prima Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, mencatatkan kinerja positif pada Semester I Tahun 2026.

Disampaikan Direktur BUMDes Dewata Prima, Linda Meliana, dalam Musyawarah Desa (Musdes) penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Semester I Tahun 2026.

“Pencapaian usaha BUMDes hingga pertengahan tahun telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan. Dari target omzet tahunan sebesar Rp395,5 juta, BUMDes Dewata Prima berhasil membukukan omzet sementara sebesar Rp497.030.000 hanya dalam enam bulan pertama tahun 2026”. Katanya.

Linda menambahkan, keberhasilan ini didorong oleh pengembangan 13 unit usaha, mulai dari perdagangan umum, jasa keuangan, hingga pengelolaan sampah dan lingkungan.

” Alhamdulillah berbagai kerja sama yang mulai berjalan sejak awal tahun memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan BUMDes.” Ungkapnya.

Lebih dari itu, kata Linda selain omzet yang meningkat, BUMDes Dewata Prima juga membukukan laba bersih sebesar Rp75.859.500. Setelah dikurangi berbagai biaya operasional dan honor pengurus selama Januari hingga Juni sebesar sekitar Rp49,6 juta, BUMDes masih menghasilkan keuntungan yang dinilai cukup menggembirakan bagi lembaga usaha desa yang baru berjalan dua tahun.

“Bagi kami yang baru dua tahun berdiri, capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus penghargaan atas kerja keras seluruh pengurus,” Ujarnya.

Linda juga menuturkan, meningkatnya pendapatan BUMDes turut berdampak pada kesejahteraan para pengurus. Honor yang diterima setiap bulan kini mencapai sekitar Rp10 juta untuk seluruh pengurus, atau rata-rata sekitar Rp2 juta per orang.
Ke depan, BUMDes Dewata Prima optimistis mampu membukukan laba hingga Rp100 juta pada akhir 2026.

Optimisme tersebut didukung oleh pengembangan usaha di sektor pertanian, termasuk pengelolaan lahan sawah seluas lima hektare yang diproyeksikan mulai panen pada November mendatang, serta budidaya perikanan yang dalam waktu dekat memasuki masa panen perdana.

“Kami optimistis target laba Rp100 juta bisa tercapai karena beberapa usaha baru mulai memberikan hasil,” ungkapnya.

Tak hanya itu, BUMDes Dewata Prima juga akan memperluas unit usaha dengan membuka kantin di lingkungan SMA Negeri Waled. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat desa.

“Harapan kami, keberadaan BUMDes benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Bukan hanya besar namanya, tetapi juga besar hasil dan manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kuwu Desa Waled Kota, H. Afiat, yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMDes tanpa melakukan intervensi terhadap pengelolaan usaha.

“Kami selalu mengevaluasi setiap dua minggu sekali agar setiap unit usaha tetap berkembang dan memberikan hasil terbaik,” paparnya.

Sementara Kuwu Desa Waled Kota, H. Afiat, menegaskan bahwa target usaha BUMDes Dewata Prima tidak disusun secara asal, melainkan berdasarkan analisis potensi pasar, pangsa pasar, serta peluang pengembangan usaha di berbagai sektor.

Bahkan masih banyak ruang yang dapat dimanfaatkan BUMDes, mulai dari sektor pembiayaan (finance), perdagangan, jasa, hingga ketahanan pangan. Saat ini, pangsa pasar yang berhasil dikuasai BUMDes masih relatif kecil sehingga peluang ekspansi masih sangat besar.

“Kami menetapkan target berdasarkan ukuran pasar, bukan sekadar angka. Potensinya masih sangat besar dan masih bisa terus dikembangkan.”jelasnya.

H. Afiat optimistis target laba tahun 2026 sebesar Rp120 juta dapat tercapai. Meski hingga Semester I baru terealisasi sekitar Rp26,5 juta, ia meyakini kontribusi dari unit usaha yang sudah berjalan ditambah hasil panen sektor ketahanan pangan akan mampu mengejar target tersebut.

“Semester pertama baru Rp26,5 juta, tetapi kami optimistis target akhir tahun tetap tercapai karena beberapa unit usaha dan program ketahanan pangan mulai menghasilkan.” Kata Kuwu H. Afiat.

Terkait penyertaan modal, H. Afiat menyebut Pemerintah Desa tetap memberikan dukungan sesuai kemampuan anggaran.

Hingga tahun 2026, total penyertaan modal desa telah mencapai sekitar Rp115 juta, sementara BUMDes telah mampu memberikan keuntungan yang hampir sebanding dengan nilai penyertaan modal tersebut.

“Kami memberikan kepercayaan penuh kepada pengurus yang dipilih melalui proses seleksi yang transparan dan profesional.”terangnya.

Saat ini BUMDes telah menyerap tenaga kerja lokal, menggandeng pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui warung BUMDes, serta tengah mengembangkan aplikasi pemesanan berbasis digital yang diharapkan dapat memperluas pemasaran produk UMKM desa.

“Tujuan kami bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Waled Kota.”pungkasnya. (*).

Spread the love