Juni 12, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Dapur MBG Desa Sumurkondang Standar Nasional “Ruang AC, Steril, IPAl Ramah Lingkungan”

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon, – Sarana dan prasarana dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sumurkondang 2 di Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, berstandar nasional.

Hal ini saat dimonitoring bersama pihak pengelola seluruh ruangan ber-AC, steril, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan utilitas telah berfungsi optimal sehingga air limbah dapur jernih dan ramah lingkungan.

Disampaikan Pengurus Yayasan Parahita Rakha Nusantara, Heriyanto, S.E., adanya dapur MBG di desanya yang strategis dengan bangunan mewah menjadi nilai tambah SPPG Sumurkondang 2 yang dikelola.

Dan sampai hari ini pihaknya terus melakukan inovasi dan kreasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan semaksimal mungkin untuk masyarakat yang mendapatkan MBG.

” Alhamdulillah telah menjangkau 2.500 lebih penerima manfaat dengan menu sesuai standar gizi nasional.” Ungkapnya. Selasa (9/6/2026).

Ditambahkan Heriyanto yang juga Kuwu Desa Sumurkondang dua periode menegaskan, dapur MBG tak sekadar meningkatkan gizi generasi muda, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa dan memberdayakan masyarakat.

Oleh karena itu, dapur yang dikelolanya ini dapat memberikan edukasi dan pengetahuan untuk dapur MBG yang lain sesuai aturan yang harus diterapkan.

“Jadi, program MBG ini harus fokus pada pemenuhan gizi yang steril dan kita harus ikuti aturan Badan Gizi Nasional, tidak boleh asal-asalan dalam menu harus selektif.” ujarnya.

Saat di singgung kearifan lokal tenaga kerja MBG yang di kelola, dirinya mengatakan, hampir 80 persen tenaga kerja yang di rekrut asli warga desa Sumurkondang.

Bahkan lebih mempertegas secara spesifik dalam bentuk komitmen MBG yang dikelola semata-mata bertujuan meminimalisir kemiskinan dan meningkatkan ekonomi warga serta bertujuan menumbuhkan UMKM di masyarakat sekitar.

Masih kata kuwu Heriyanto, dalam investasi pembangunan dapur MBG, pihaknya selalu berkomitmen mengikuti aturan Badan Gizi Nasional (BGN). Sebab kalau kita mengikuti aturan BGN hasilnya sesuai prediksi Visi dan misi MBG yang tidak asal-asalan.

Pasalnya, selain orientasi bisnis, ekonomi juga aspek sosial, lebih diutamakan untuk kesehatan gizi dan pertumbuhan regenerasi sehat, cerdas serta kuat seperti yang diharapkan program pemerintah. tandasnya. (Jamil/Adang)

Spread the love