Agustus 16, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Fokus Edukasi dan Sosialisasi, KNPI Bentuk Satgas Pemuda Anti-LGBT

cirebononline

Kota Cirebon, – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cirebon membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemuda Anti-LGBT. Pembentukan satgas ini menjadi bagian dari langkah KNPI dalam mendorong sosialisasi, edukasi, pencegahan, dan pendampingan bagi generasi muda. Bahkan, KNPI langsung gerak cepat lakukan edukasi dan sosialisasi di tempat umum.

Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana SH mengatakan, pembentukan satgas tersebut tidak terlepas dari momentum peringatan sejarah perjuangan yang dinilai penting untuk menjadi refleksi bagi kalangan pemuda.

Menurut Jaka, momentum Proklamasi pada 15 Agustus 2026 menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk kembali mengenang perjuangan para tokoh sejarah, termasuk Dr Sudarsono yang disebut memiliki peran dalam sejarah perjuangan di Kota Cirebon.

“Posisinya kami bangga dan terhormat untuk menjaga dan merawat sejarah itu sendiri.
Perjuangan beliau harus menjadi motivasi bagi kami sebagai pemuda untuk terus mengukir sejarah,” ujar Jaka, Sabtu (15/8) sore.

Di sisi lain, Jaka menyampaikan keprihatinannya terhadap perilaku seksual yang menurutnya semakin terbuka ditampilkan di ruang publik. Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena dapat berdampak terhadap lingkungan dan generasi muda.

“Kami merasa malu dan risih, ataupun moral kami terpanggil dengan adanya banyak penyimpangan yang beredar ataupun terang-terangan di muka umum,” katanya.

Jaka menegaskan, gerakan KNPI tersebut tidak ditujukan untuk kepentingan politik. Fokus utama satgas, kata dia, adalah melakukan edukasi, pencegahan, serta perlindungan terhadap generasi muda.

Sementara itu, Ketua Satgas Pemuda Anti-LGBT Cirebon, Lutfi Adam Zakaria SH mengatakan, langkah awal satgas akan difokuskan pada kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Menurut Adam, pendekatan yang digunakan tidak semata-mata berupa penolakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui upaya merangkul dan memberikan pemahaman.

“Bagaimanapun juga mereka adalah manusia. Tujuan kami memanusiakan manusia, untuk bisa merangkul dan kembali lagi kepada awal,” ungkapnya.

Adam menjelaskan, pembentukan satgas berangkat dari keinginan untuk melakukan mitigasi terhadap persoalan yang dinilai berkembang di tengah masyarakat.

Ia menyebut terdapat sejumlah faktor yang menurutnya dapat memengaruhi seseorang hingga terlibat dalam perilaku seksual yang menjadi perhatian satgas, di antaranya lingkungan pergaulan dan persoalan ekonomi.

“Beberapa orang atau perilaku penyimpangan ini awalnya adalah korban. Kemudian ada karena circle atau juga karena ekonomi. Dari latar belakang itulah kita bersepakat dan berkomitmen membentuk Satuan Tugas Pemuda Anti-LGBT,” jelasnya.

Dalam struktur awal, Adam dipercaya sebagai Ketua Satgas. Sementara Agung ditunjuk sebagai koordinator wilayah Kota Cirebon dan Syaerotikhwan sebagai koordinator Kabupaten Cirebon.

Ke depan, Satgas Pemuda Anti-LGBT menargetkan perluasan gerakan ke wilayah Ciayumajakuning, yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Adam juga menyampaikan klaim mengenai jumlah orang yang disebutnya terlibat dalam perilaku LGBT di wilayah Ciayumajakuning mencapai sekitar 15.000 orang. Sementara untuk Kota Cirebon, ia memperkirakan jumlahnya hampir 4.000 orang.

Namun, angka tersebut merupakan klaim dari pihak satgas dan perlu didukung data serta verifikasi dari sumber resmi.

Satgas Pemuda Anti-LGBT menegaskan, pendekatan yang akan dikedepankan meliputi sosialisasi, edukasi, pencegahan, dan pendampingan.

Melalui langkah tersebut, mereka menyatakan ingin mendorong upaya perlindungan generasi muda dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kemanusiaan.

Tak perlu waktu lama, DPD KNPI Kota Cirebon langsung bergerak pada malam hari nya dengan melakukan edukasi dan kampanye anti LGBT di cafe-cafe dan tempat umum di Kota Cirebon. (***)

Spread the love