Oktober 23, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

OJK Cirebon, Aktif Membangun Sinergitas Lintas Sektor “Dorong Petani/Petambak Garam Naik Kelas”

Cirebon online

Kota Cirebon, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui kantor regional seperti OJK Cirebon, secara aktif membangun sinergitas lintas sektor untuk mendorong petani/petambak garam naik kelas lewat penguatan kemitraan usaha dan ekosistem keuangan dari inisiatif pengembangan petani garam.

Kegiatan tersebut berlangsung xi aula kantor OJK jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon yang di hadiri, Wakil Bupati Cirebon bersama Forkopimda, petani garam, pengusaha garam, Perbankan dan undangan terkait lainnya.

Disampaikan Ketua OJK Agus Muntholib mengembangkan komoditas unggulan daerah seperti garam tidak dapat dilakukan secara parsial, OJK tidak hanya mendorong perluasan akses pembiayaan, tetapi juga memastikan pembiayaan tersebut didukung oleh ekosistem usaha yang kuat sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jadi, OJK melalui kantor regional Cirebon, secara aktif membangun sinergitas lintas sektor untuk mendorong petani/petambak garam naik kelas lewat penguatan kemitraan usaha dan ekosistem keuangan. Langkah strategis ini ditempuh guna mengatasi kendala klasik permodalan dan ketidaksesuaian produk perbankan dengan siklus usaha riil di lapangan.” Ungkapnya. Kamis (8/10/2026).

Agus Muntholib menambahkan, salah satu hambatan petambak garam selama ini adalah skema cicilan bulanan bank yang tidak cocok dengan pendapatan mereka yang bergantung pada musim.

Untuk itu, melalui koordinasi OJK, industri perbankan diarahkan untuk menyusun produk pembiayaan dengan mekanisme pembayaran setelah panen (yarnen) atau disesuaikan dengan satu siklus usaha garam rakyat.

“Program ini bertujuan agar petani garam dapat naik kelas meningkatkan ekonomi keuangan dan membuat kemitraan dengan berbagai instansi terkait.” Ungkapnya.

Sedangkan OJK, kata Agus akan memfasilitasi kemitraan yang mempertemukan petambak garam sebagai produsen bahan baku dengan lembaga Jasa Keuangan (Perbankan): Sebagai penyedia akses modal yang aman dan resmi dan Pemerintah Daerah bersama Akademisi sebagai pendamping teknis untuk meningkatkan kualitas produksi guna menjamin kepastian pasar dan stabilitas harga jual pasca-panen.

“OJK juga berfokus pada peningkatan literasi keuangan petambak garam jangan sampai mengalami kendala karena memiliki rekam jejak keuangan yang kurang baik di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pendampingan ini dilakukan agar para petani memahami manajemen risiko dan terhindar dari jeratan pinjaman ilegal.” Ungkapnya.

Tak hanya itu, selain memperkuat akses permodalan, skema tersebut juga diharapkan mampu mendukung penguatan kelembagaan petambak, peningkatan kualitas produksi, kepastian pasar, serta hilirisasi komoditas garam agar menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Kabupaten Cirebon yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

“Pihaknya juga memastikan pembiayaan mampu menjadi katalis pengembangan ekosistem usaha garam secara menyeluruh.” Terangnya.

Sementara itu wakil bupati Cirebon Agus Kurniawan mengapresiasi inisiatif OJK Cirebon yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum.

Menurutnya, komoditas garam memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Cirebon apabila didukung kebijakan dan ekosistem yang tepat.

“Sinergi seperti ini penting agar dukungan pembiayaan benar-benar mampu menjawab kebutuhan petambak dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Ujarnya.

Dia pun berharap, melalui FGD tersebut, OJK Cirebon bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan para pemangku kepentingan menyepakati pentingnya membangun skema pembiayaan yang lebih adaptif terhadap karakteristik usaha garam.

“FGD hari ini menjadi langkah awal untuk menyusun skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik usaha garam. Berbagai masukan dari pemerintah daerah, petambak, dan industri jasa keuangan menjadi bekal penting dalam memperkuat kolaborasi tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petambak garam,” Tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Cirebon, Dangi, yang menyebut FGD tersebut menjadi momentum menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan.

Ia memaparkan berbagai masukan yang muncul akan menjadi bahan bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat strategi pengembangan komoditas garam, termasuk mendorong skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik usaha petambak. Pungkasnya. (Jamil)

.

Spread the love