Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang hingga sore hari menyebabkan luapan Bendung Surakatiga di wilayah perbatasan Kabupaten Kuningan sehingga air meluap ke delapan desa di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Selasa (19/5/2026).
Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKC) Kecamatan Waled, H. Afiat, melaporkan ketinggian air rata-rata mencapai hampir 1 meter dan hingga siang ini air belum surut.
Kuwu Waled Kota mengatakan upaya penanganan yang dilakukan Pemkab Cirebon sudah berjalan, seperti penyodetan dan normalisasi sungai, namun belum maksimal karena keterbatasan anggaran.
Menurutnya, penanganan banjir membutuhkan langkah terpadu antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat, serta perubahan pola hidup masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sedangkan kuwu Desa Cibogo, Ahmad Hudori, yang juga mantan Sekjen FKKC Kabupaten Cirebon, menyampaikan prihatin atas dampak banjir di delapan desa tersebut.
Ahmad Hudori menegaskan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah cepat dengan mengundang kedua pemerintah kabupaten Kuningan dan Cirebon untuk duduk bersama mencari solusi yang tepat, cepat, dan tegas.
“Tanpa campur tangan Pemprov Jawa Barat, mustahil Banjir Waled akan teratasi, apalagi di tengah efisiensi anggaran. Apa akan dibiarkan begitu saja?” tegasnya.
Sementara itu, warga setempat mendesak percepatan normalisasi aliran sungai, perbaikan infrastruktur bendung, pembuatan gorong-gorong dan saluran pembuangan yang memadai, serta koordinasi lintas wilayah untuk mitigasi jangka panjang. Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari BPBD Kabupaten Cirebon atau Pemprov Jawa Barat. (Adang Juhandi)
More Stories
Kanwil DJP Jawa Barat II, Kenalkan Peran Pajak Pada 100 Siswa MTs Miftahul Huda
Petani Tembakau Bantarujeg Dapat Teknologi Pengering Tenaga Surya dari DBHCHT
Ketua TP PKK Majalengka Dorong Percepatan Imunisasi Anak dan Penanganan Gizi