Mei 20, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

PUASA RAMAFHAN KE 19 “JIHAD BESAR ADALAH JIHAD MELAWAN DIRINYA SENDIRI”

cirebonoline

Setiap manusia memiliki gejolak hawa nafsu amarah yg bersemayam di dalam dadanya. Ini penyebab kebanyakan orang mudah emosi, mudah tersinggung mudah kecewa terhadap takdir Allah dn mudah sakit hati. Semua reaksi tersebut bersumber dari dalam diri yg bersumber dari Nafsu amarah.

Hal ini bisa terjadi karena ada pemicu dari luar, padahal penyebab utamanya bukan pemicu dari luar, tapi akibat dari dalam diri yg terlalu reaktif karena akalnya belum dibekali ilmu hakekat kehidupan.

Nafsu amarah jika sudah di kuasai ego akan menjadikan kita sulit untuk menjadi pemaaf, karena sifat mementingkan diri kita sendiri selalu tampil di depan dn menjadikan kita tidak mau menerima takdir.

Perlu di ketahui bahwa kita dicipta oleh Allah adalah bagian dari ekosistem alam semesta sebagai mata rantai kehidupan yg akan menjadi bagian dari alat sebab musabab terwujudnya kehendak ilahi, kehendak yg baik maupun kehendak yg buruk.

Hal ini di lakukan oleh Allah agar ekosistem di dalam kehidupan mahluk bisa berjalan seperti terjadinya sebab musabab siang dn malam, terjadinya sebab musabab hujan dn kemarau, sebab musabab datangnya rezeki bagi diri dn orang lain, sebab musabab kerugian bagi diri dn orang lain, sebab musabab kecelakaan bagi diri dan orang lain, sebab musabab terjadinya kematian bagi diri dn orang lain, semua hal ini terjadi bukan kebetulan tapi atas izin dn kehendak Allah.

Salah satu contoh jika kita pecah ban kendaraan di jalan, itu tanda kita sedang di jadikan sebab musabab terwujudnya kehendak ilahi atas rezeki bagi tukang tambal ban, pabrik dn karyawan lem, pabrik dn karyawan ban.

Jika kita celaka dn masuk rumah sakit, itu tanda kita sedang di jadikan sebagai sebab musabab datangnya rezeki bagi dokter, karyawan rumah sakit, apotek, pabrik obat karyawan dn keluarganya

Jika yg celaka kemudian meninggal dunia, itu tanda sedang dijadikan sebab musabab terwujudnya kehendak ilahi datangnya rezeki bagi penggali kubur, pedagang kain kafan, pabrik dn karyawan tekstil sekaligus ujian keimanan dn keikhlasan bagi yg ditinggalkan.

Jika kita belum menyadari bahwa kita adalah bagian dari ekosistem yg akan di pergunakan oleh Allah sebagai alat sebab musabab terwujudnya kehendak Allah, maka ketika ada pemicu dari luar hawa nafsu dn ego kita langsung reaktif ngotot merasa benar dn saling menyalahkan, padahal itu kehendak Allah.

Kita harus yakin bahwa segala sesuatu yg terjadi adalah kehendak ilahi, sebab tanpa kehendak-Nya apapun tidak akan pernah terjadi.

Jangan sampai kita selalu berprasangka buruk terus kepada Allah, karena sesuatu yg disenangi dianggap baik oleh kita, bisa jadi buruk menurut pandangan Allah, dn yg tidak disenangi dianggap buruk oleh kita bisa jadi baik menurut pandangan Allah, berikut ini ayat Qur,anya:.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَا لُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

Daun dn biji terkecil yg jatoh ditengah kegelapan malam di semak belukar hutan lebat itupun atas kehendak Allah, karena Allah meliputi segala sesuatu, sehingga tidak ada yg luput dari pengawasan-Nya, dn semua sudah dirancang dengan presisi di dalam kitab induk Lauh Mahfud, berikut ini ayat Qur,annya:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَعِنْدَهٗ مَفَا تِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَاۤ اِلَّا هُوَ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ ۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَ رْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَا بِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 59)

Jodoh, Pati, Rezeki apapun proses kejadiannya adalah sebab musabab terwujudnya kehendak ilahi, kadang kita menganggap sesuatu yg terjadi adalah buruk, padahal belum tentu buruk menurut pandangan Allah, karena kita mudah menilai baik dn buruk hanya berdasarkan pada keberpihakan kehendak pribadi, bukan berdasarkan kehendak Allah

Untuk mengetahui hakekat segala kejadian atas kehendak Allah, kita harus puasa lahiriyah dan puasa batiniyah yg bertujuan untuk melemahkan kekuatan hawa nafsu dn ego yg sering merusak ruang batin kita, agar di dalam hati kita tidak terjadi pemberontakan terhadap takdir Allah, sehingga batin kita bisa merenung dn berfikir jernih dn selaras dengan kehendak ilahi.

Selaras dengan kehendak ilahi adalah ketika kehendak pribadi tidak lagi melawan kehendak Allah yg sedang mengatur/menjalankan sebab musabab berjalannya ekosistem alam dengan segala kehendak-Nya, inilah yg disebut Manunggaling kaula lan Gusti Allah.

Orang yg sudah selaras dengan kehendak Allah (Manunggaling kaula Gusti) adalah orang yg sudah selesai dengan dirinya sendiri, egonya sudah lemah dn patuh mengikuti kehendak Allah.

Ini tanda Jihad besar kita melalui puasa telah berhasil melawan dirinya sendiri, sehingga kita dapat menerima takdir dengan takwa, karena telah menyadari dirinya bagian dari ekosistem kehidupan yg ditetapkan Allah. Bagi orang yg ilmunya belum sampai ke hakekat dn makrifat akan sangat sulit untuk menerima ilmu ini.

semoga dengan uraian ini dapat menambah ilmu yg bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah pahala puasa kita..aamiin yrb. (Hadi S)

Spread the love