Juli 8, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Sekolah Negeri di Kabupaten Cirebon Masih Kekurangan Siswa pada SPMB 2026

cirebononline

Kabupaten Cirebon, – Sekitar 35 sekolah negeri tingkat SMP di Kabupaten Cirebon tercatat masih kosong dalam Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, usai menghadiri kegiatan di SMPN 1 Waled, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Ronianto, beberapa sekolah yang belum memiliki pendaftar berada di wilayah timur Kabupaten Cirebon, antara lain Kecamatan Ciledug dan Pabedilan. “Dalam waktu dekat kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak sekolah untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Ronianto menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Sebagai lembaga yang mencetak generasi penerus bangsa, pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan agar siswa dapat berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Dengan adanya peningkatan mutu pendidikan, diharapkan mampu melahirkan siswa berprestasi,” kata Ronianto.

Dia menambahkan bahwa secara umum setiap sekolah telah melaksanakan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana (juklak dan juknis) penerimaan murid baru. “Dengan berpedoman pada aturan yang ada, penerimaan murid baru terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Ronianto juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri agar segera melakukan pendaftaran, mengingat masih terdapat beberapa sekolah yang belum mendapat murid. “Mari kita bersama menjadikan anak didik yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik,” ajaknya.

Selain itu, Ronianto mengingatkan bahwa kegiatan In House Training (IHT) merupakan agenda rutin pada awal tahun ajaran. IHT merupakan pelatihan internal sekolah yang bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Kepala SMPN 1 Waled, Hendra Iskandar, menyatakan bahwa IHT sangat diperlukan sebagai bagian dari pendidikan berkelanjutan untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar (PBM). “Kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk menjaga mutu PBM,” tutup Hendra. (Red)

Spread the love