Cirebon online
MAJALENGKA ,
Dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan air irigasi mulai dirasakan para petani di Kabupaten Majalengka. Untuk menyelamatkan tanaman padi dari ancaman puso (gagal panen), petani harus mengoperasikan pompa penyedot air selama hampir 24 jam setiap hari. Tingginya biaya bahan bakar menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi tersebut.
Di tengah ancaman kekeringan pada Musim Tanam (MT) 2026, para petani di Kabupaten Majalengka menemukan solusi yang mampu menekan biaya operasional secara signifikan. Dengan mengonversi bahan bakar mesin pompa air dari Pertalite ke Gas LPG 3 kilogram, biaya pengairan sawah dapat dihemat hingga sekitar 87,5 persen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP4) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, dari total luas tanaman padi di Kabupaten Majalengka yang mencapai 39.550,94 hektare, wilayah Kecamatan Kertajati menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dengan luas tanaman padi sekitar 5.258 hektare pada umur tanaman 45–75 Hari Setelah Tanam (HST).
“Kondisi pasokan air irigasi yang menyusut menuntut langkah cepat dan efisien. Wilayah Kertajati menjadi perhatian utama kami dalam pemantauan dan pendampingan penanganan dampak kekeringan musim ini. Kami terus berupaya agar petani dapat mempertahankan produktivitas tanamnya,” ujar Gatot.
Salah seorang petani di Kecamatan Kertajati, Engkus Kusnadi, mengungkapkan bahwa penggunaan mesin pompa berbahan bakar gas terbukti jauh lebih ekonomis dibandingkan menggunakan Pertalite.
Ia menjelaskan, pompa air berdiameter 3 inci yang digunakan untuk mengairi sawah membutuhkan konsumsi sekitar 1,1 liter Pertalite per jam. Jika dioperasikan selama 24 jam, kebutuhan bahan bakar mencapai 26,4 liter dengan biaya sekitar Rp264.000 per hari.
Sementara setelah dilakukan modifikasi menggunakan Gas LPG 3 kilogram, satu tabung mampu digunakan hingga sekitar 18 jam. Dalam sehari penuh, kebutuhan hanya sekitar 1,5 tabung dengan total biaya sekitar Rp33.000 per hari.
Artinya, terdapat penghematan biaya operasional sebesar Rp231.000 setiap hari, atau sekitar 87,5 persen dibandingkan penggunaan Pertalite.
Engkus mengaku penghematan tersebut sangat membantu para petani yang saat ini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.
“Kalau masih menggunakan Pertalite, biaya operasional pompa selama sehari bisa mencapai sekitar Rp264 ribu. Setelah kami beralih menggunakan Gas LPG 3 kilogram, biaya turun menjadi sekitar Rp33 ribu per hari. Selisihnya sangat besar dan benar-benar meringankan beban petani di tengah musim kemarau seperti sekarang,” kata Engkus.
Menurutnya, efisiensi biaya tersebut membuat petani tetap mampu mengoperasikan pompa air secara terus-menerus sehingga tanaman padi tidak mengalami kekeringan yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
“Saat kondisi air sangat terbatas, pompa harus menyala hampir tanpa henti. Kalau biaya bahan bakarnya mahal, tentu memberatkan petani. Dengan gas, kami bisa lebih hemat sehingga dana yang ada masih bisa digunakan untuk kebutuhan lain seperti pupuk dan perawatan tanaman. Harapan kami, pemerintah juga terus menjaga ketersediaan LPG agar petani tidak kesulitan memperoleh pasokan saat musim kemarau,” tambahnya.
DKP4 Kabupaten Majalengka mengimbau para petani untuk tetap berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian di masing-masing wilayah, memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bergiliran, serta menerapkan pola pengairan yang efisien guna mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Majalengka juga terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah kecamatan sebagai langkah antisipasi agar produksi padi tetap terjaga selama musim kemarau 2026. (*)
More Stories
Gelar Konferensi Provinsi PWI Jawa Barat Tahun 2026 ” Panitia Akan Sosialisasikan Secara Daring”
Pemkab Majalengka Susun Roadmap 2026–2030 Penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria
Tinjau Kekeringan di Jatitujuh, Bupati Majalengka Pastikan Pasokan Air Sawah Aman Berkat Sodetan Aliran Sungai