Juni 13, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

SMK Yalis Grand Wisata Cirebon “Terapkan Bahasa Inggris Jadi Percakapan Antar Siswa”

Cirebon online

Kabupaten Cirebon, – SMK Yalis Grand Wisata salah satu sekolah yang telah menerapkan penggunaan Bahasa Inggris menjadi bahasa percakapan sehari-hari dalam komunikasi dilingkungan dengan mengajarkan terjemahan dan teori tata bahasa. Dan, ini menjadi prioritas pelajaran bagi siswa-siswi SMK Yalis Grand Wisata tidak hanya di kelas tetapi juga dilingkungan sekitar.

Percakapan antar siswa terus di kembangkan SMK Yalis Grand Wisata yang beralamat di Jl. Raya Tegalsari KM 10 Bumi Linggahara Plered Kabupaten Cirebon.

Direktur SMK Yalis Grand Wisata H. Ali Wardhana yang didampingi kepala sekolah menjelaskan, mata pelajaran Bahasa Inggris akan diwajibkan di sekolah untuk jenjang pendidikan komunikasi sehari-hari supaya lebih lancar dan faseh.

Hal ini di dukung dari berbagai persiapan dilakukan, dari meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan hingga menjadi kebiasaan dengan percakapan bahasa Inggris di sekolah dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, proses belajar dan mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris sering kali kurang tepat karena hanya mengajarkan terjemahan dan teori tata bahasa. Ini menyebabkan pelajaran hanya berhenti menjadi sekadar hafalan di kelas.

”Pihaknya telah menerapkan agar bahasa Inggris ini jangan berhenti sebagai mata pelajaran yang diajarkan. Sebab, hal itu tidak akan menjadikan anak didik kita itu mahir berbahasa kalau hanya berhenti sebagai pelajaran tetapi harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi,” kata H. Ali Wardhana kepada media. Jumat (12/6/2026).

Ia pun memaparkan, pada era global seperti saat ini, kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris merupakan sebuah keharusan. Pekerjaan, beasiswa, sosialisasi dan sebagainya kebanyakan mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

“Terlebih bila nanti pekerja asing sudah benar-benar bebas keluar masuk, maka tanpa kemampuan bahasa Inggris yang memadai menjadi sulit bersaing. Termasuk tidak bisa memanfaatkan peluang bekerja di luar negeri meski memiliki keahlian pada bidang tertentu.” Ungkapnya.

Tak hanya itu, H. Ali Wardhana juga mengharapkan kesadaran masyarakat atau orang tua bagi anaknya untuk mempelajari bahasa Inggris belum sepenuhnya muncul. Walaupun, selama ini pelajaran bahasa Inggris tidak diujikan dalam ujian nasional.

“Kesadaran orangtua sebagai yang harus bertanggung jawab atas pendidikan anak harus dibuka. Paling tidak, orang tua harus menumbuhkan motivasi anak untuk belajar dan tidak takut lagi terhadap bahasa Inggris.” Ujarnya.

H. Ali Wardhana juga menyampaikan, makanya di SMK Yalis Grand Wisata menerapkan pentingnya memberi pemahaman kepada siswa tentang bahasa Inggris. Karena anak – anak biasanya butuh diberi penjelasan terlebih dahulu agar dapat memahami sesuatu.

” Mari kita ajak anak berdiskusi dengan informasi tentang pentingnya bahasa Inggris. Berikan informasi dengan contoh agar anak lebih mudah memahami. Tanyakan kepada mereka, apakah ingin bersekolah gratis baik di dalam ataupun di luar negeri. Berikan contoh orang-orang sukses yang mendapat beasiswa belajar di luar negeri agar anak lebih termotivasi untuk belajar bahasa Inggris.” Tuturnya. (Jamil)

Spread the love