Cirebon online
Kabupaten Cirebon, – Festival Nadran di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tidak hanya menjadi tanda syukur dan ajang pelestarian budaya bahari, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat nelayan menyampaikan aspirasi.
Tradisi tahunan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat kebersamaan warga pesisir, Minggu (23/8).Menganalisis Data Demografis Pasar
Kuwu Mundu Pesisir, H. Khairun mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan Nadran berjalan dengan lancar. Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon serta seluruh pihak yang turut mendukung keberlangsungan tradisi masyarakat pesisir tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelestarian budaya Nadran,” ujar Khairun.
Menurutnya, Nadran merupakan tradisi turun-temurun masyarakat nelayan sebagai ungkapan syukur atas hasil laut yang diperoleh selama satu tahun.
Salah satu prosesi utama dalam tradisi tersebut yakni larung saji ke laut sebagai simbol rasa terima kasih sekaligus doa keselamatan bagi para nelayan.
“Intinya, Nadran merupakan ungkapan syukur dan doa agar para nelayan diberikan keselamatan serta rezeki yang berlimpah,” katanya.
Khairun menjelaskan, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam melaksanakan tradisi Nadran.
Di Desa Mundu Pesisir, rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dilakukan selama sepekan untuk memohon perlindungan dan kelancaran bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut.
“Kami berharap tradisi tetap lestari dan kebutuhan masyarakat nelayan juga mendapat perhatian,” tutur H. Khairun. ((Jamil)
More Stories
Kuwu Haruman Desa Cisaat Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Prioritaskan Kepada Warga Lansia·
RSUD Waled Lounching Poliklinik Vaksinasi, Permudah Warga Cirebon Timur Untuk Haji, Umroh dan Ke Luar Negeri
RSUD Waled Dukung Program Kementerian Kesehatan: Siapkan Layanan Kateterisasi Jantung, Mamografi dan Poli Vaksinasi