Juli 2, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Pengendara Motor Keadaan Kritis “Jembatan Zona Merah Cipeujeuh Wetan Telan Korban Lagi”

Cirebon online

Kabupaten Cirebon, – Jembatan gorong-gorong yang baru selesai masa pengerjaannya kembali memakan korban lagi. Kecelakaan tunggal terjadi tepatnya di jembatan depan SMA Negeri 1 Lemahabang Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang pada Kamis malam sekitar Pukul 23.30 Wib. (1/7/2026).

Korbannya, Zidan Novan (24) pengendara motor Honda CBR 150 dengan Nopol E4207 MR warga Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, kondisinya kritis tak sadarkan diri di RS Sumber Kasih Lemahabang. Korban mengalami luka berat robek pada bagian kepala sebelah kanan, mata bengkak, luka pada tangan kiri lecet dan pada jari kaki sebelah kanan lecet dan memar.

Jembatan gorong-gorong di depan SMA Negeri 1 Lemahabang padahal baru selesai dikerjakan oleh CV Dwi Yanti dengan nilai Rp278.530.000,- bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon Tahun 2026. Namun hasilnya justru membahayakan dan menimbulkan banyak korban kecelakaan khususnya pengendara roda dua.

Menurut saksi Reza, korban melintas dari arah Utara hendak pulang menuju Selatan. Saat melewati jembatan gorong-gorong, motor korban terbang terlempar hingga tergelincir cukup jauh.

“Motornya terbang dengan kecepatan tinggi ketika melintas di atas jembatan gorong-gorong depan SMAN 1 Lemahabang. Benturannya keras, korban langsung kritis dan dilarikan ke RS Sumber Kasih,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu malam (24/6/2026) lalu sekitar pukul 22:30 WIB, dua mahasiswi Institut Prima Bangsa Cirebon juga mengalami kecelakaan serupa di titik yang sama.

Kasatgas Desa Cipeujeuh Wetan, Rusjiono, menyebut penyebabnya kaget dengan elevasi tinggi jembatan seperti ‘gejlugan’. “Motornya terlempar dan keduanya luka-luka,” jelasnya.

Warga Cipeujeuh Wetan, Dewi, menyoroti desain jembatan yang baru selesai dibangun. “Ini proyek gorong-gorong DPUTR yang baru. Konturnya naik-turun curam, tanpa rambu peringatan, tanpa marka kejut. Bagi yang belum hafal medan, apalagi malam hari, sangat berbahaya,” ungkapnya.

Warga mendesak DPUTR Kabupaten Cirebon segera mengevaluasi. Tuntutan warga agar di pasang rambu Menanjak/Menurun Curam, batas kecepatan 30 km/jam, marka kejut 50 meter sebelum jembatan, dan lampu PJU.

“Kalau desainnya tidak segera diubah, minimal rambu dan marka dipasang. Jangan sampai proyek baru ini terus makan korban,” kata Dewi. (Adang/*)

Spread the love