Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Penanganan sampah menjadi program prioritas yang dibahas saat pelaksanaan pra musrembang kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Selasa (20/1/2026).
Acara pun dilaksanakan di pendopo kecamatan setempat yang dihadiri oleh beberapa Kuwu, perangkat dan Lembaga desa juga anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra dan Fraksi Golongan Karya.
Dalam acara tersebut, salah satu yang dibahas adalah penanggulangan atau penyelesaian persoalan sampah.
Disampaikan Kuwu Cipeujeuh Kulon sekaligus wakil ketua FKKC Kabupaten Cirebon, H.Lili Mashuri usai pelaksanaan Pra Musrembang. Pembahasan yang diperioritaskan adalah bagaimana cara penanganan persoalan sampah yang selama ini terjadi, diantaranya adalah bagaimana dan dimana tempat untuk membuang sampah yang memadai.
“Allhamdulillah pembahasan pun menghasilkan satu keputusan yang setujui oleh wakil Rakyat dan keputusan itu, akan dilaksanakan pembangunan pembuangan sampah akhir terpadu pada tahun 2027 dimana anggarannya berasal dari dana pokir para wakil Rakyat yang ada di dapil ini” tuturnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Jiwu menjelaskan tentang besaran anggaran dan dimana tempat pembangunan yang akan dilaksanakan pada beberapa tahun kedepan.
“Telah ditetapkan, Tempat Pembuangan Sampah Akhir Terpadu bertempat di Desa Cipeujeuh kulon, dimana tanah tersebut adalah tanah hak milik pribadi, atau tanah saya ex galian, rencananya dianggarkan sebesar Rp.800 sampai 850 juta, intinya saya menyediakan lahan untuk dibangun TPAT, yang nantinya diperuntukan bagi seluruh desa yang ada di kecamatan Lemahabang sejumlah 13 Desa.
Selain itu tidak hanya sebatas tempat pembuangan semata, namun dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah, nantinya jika tanah tersebut sudah dipenuhi sampah akan dilakukan terobosan lainnya.
Salah satunya adalah bekas lokasi galian yang telah dipenuhi sampah akan dilakukan pengurugan dan dilakukan penanaman berbagai pohon atau tanaman sesuai dengan kultur tanah yang ada, dan anggaran yang tersedia tidak semata untuk membangun TPAT.
“Jadi, dengan progresnya, diperuntukan bagi ketersediaan kendaraan pengangkut sampah yang diharapkan direalisasi, hal ini untuk minimalisir persoalan sampah bisa terselesaikan, hususnya yang ada di wilayah kecamatan Lemahabang” pungkasnya. (Jamil)
More Stories
Brebes Siaga Kemarau! Ancaman Kekeringan dan Karhutla Diantisipasi Sejak Dini
SMPN 2 Losari Giatkan Keagamaan “Dengan Dhuha Berjamaah dan Tadarus Untuk Siswa Penerus Bangsa”
Jalan Penghubung 2 Kecamatan dan 4 Desa Rusak Bertahun-tahun “Warga Kecewa dan Marah”