Mei 1, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Puasa Hari Ke 3 “Perbedaan Antara Nafsu Di Rahmati Allah dan Hawa Nafsu yang Di Murkai Allah”

(Hadi S)

cirebononline.com

Manusia di cipta oleh Allah dilengkapi dengan Nasfsu, Nafsu adalah energi yg menggerakan/mendorong hasrat/keinginan yg kuat dalam diri manusia yg berakar dari emosi, jiwa yg menggerakan jasmani dalam memenuhi kebutuhan atau kepuasan tertentu.

Nafsu bersifat netral sebagai penggerak kehidupan, namun dapat menjadi tercela jika hasrat manusianya mengarahkan pada keburukan.

Manusia juga memiliki keinginan -keinginan yg diberikan oleh Allah dn kemudian nafsunya mendorong hasrat/keinginan tersebut dengan tujuan agar tiap manusia dapat mencapai tujuan yg di inginkan.

Yang membuat celaka adalah jika nafsu tersebut mendorong hasrat/keinginan yg melampaui batas dengan cara-cara yg melanggar konstitusi Allah, nafsu ini disebut hawa nafsu, karena nafsu yg seharusnya lurus mengikuti konstitusi Allah tiba-tiba keluar dari jalur karena mendorong hasrat/keinginan yg salah, makanya nafsu ini tidak bisa lagi disebut nafsu tapi hawa nafsu.

Nafsu bisa dibagi dua nafsu positif dan nafsu negatif, nafsu yg positif adalah nafsu yg di rahmati Allah, nafsu yg negatif di sebut hawa nafsu yg di murkai Allah

Nafsu bisa mengotori ruang batin jika hasrat dan keinginannya sudah meliputi ruang batin dan sulit di kontrol karena energinya sangat besar untuk mewujudkannapa yg di inginkan/ingin di capai.

Untuk membersihkan ruang batin dari hawa nafsu jahat, salah satunya dengan mengurangi pasokan bahan bakarnya dengan cara Puasa, sebab jika tubuh kelebihan bahan bakar dari makanan bisa mendorong hawa nafsu menjadi liar dn bisa merusak hati, jiwa bahkan secara Jasmani bisa merusak jaringan tubuh yg menimbulkan penyakit komplikasi karena mengalami tekanan-tekanan batin.

Cara yg kedua adalah banyak berzikir, bersyukur, kepada Allah agar seluruh dorongan hawa nafsunya melemah dn dapat dikendalikan dengan iman yg kuat.

Untuk itu jangan biarkan hawa nafsu menguasai/meliputi ruang batin kita, karena jika hawa nafsu kita menguasai ruang batin, maka hati kita akan di buat bising oleh urusan duniawi, mudah tersinggung, sombong, sewenang-wenang, merasa paling benar, merasa paling berkuasa dn tidak ada lagi kesempatan hati untuk menyebut nama Allah, padahal sejatinya hati adalah tempat pertemuan seorang hamba dengan Allah, namun karena hatinya bising, kotor maka pertemuan itu akan sulit terwujud.

Ruang batin/hati harus dibersihkan dari hasrat keinginan yg bersifat negatif dn diisi oleh hasrat cinta kepada Allah agar cinta dunia keluar dari ruang batin dan batin menjadi ruang bagi jiwa yg tenang bersama Allah. Karena satu hati tidak bisa di tempati oleh dua cinta yaitu cinta dunia dan cinta Allah, maka salah satunya harus dikeluarkan dari ruang tersebut.

Orang yg mencintai Allah diatas segalanya tentu akan menempatkan cinta dan rindu kepada Allah di dalam ruang hati dengan kokoh dan dunia sebanyak apapun yg di miliki hanya ditempatkan dalam genggaman tangan, sehingga kesibukan jasmani dalam mengurusi dunianya tidak lagi mengganggu ruang batin, karena ruang batinya telah dipersembahkan hanya untuk Allah, sehingga saat di cabut nyawanya dia dalam ke adaan ringan dan tidak tersiksa karena hatinya telah ikhlas melepadkan genggaman dunia, sehingga tidak ada lagi gototan antara dunia dn akhirat/Allah

Sebaliknya orang yg mencintai duniawiah maka dia akan menempatkan dunia di dalam cengkeraman hati dengan kokoh dn sulit dilepas, dan ruang hati tidak ada tempat bagi Allah, sebab nama Allah keluar dari ruang batin dn nama Allah hanya sekedar di ucapkan di mulut, dan hatinya kosong kering kelontrang dari Rahmat Allah dan saat di cabut nyawanya dia sangat tersiksa karena akal dn hatinya gototan/tarik menarik antara memegang dunia dan akhirat/Allah.

Manusia boleh menjadi pejabat, boleh memjadi pedagang, petani, bisnismen hingga memiliki harta sepenuh langit dan bumi dalam perniagaanya, karena dunia memang di ciptakan oleh Allah untuk sekedar mampir menjalankan perniagaan, baik perniagaan dunia maupun perniagaan akhirat.

Seharusnya hasil dari segala aktifitas perniagaan untuk menopang perniagaan akhirat, agar semakin mudah, bukan sebaliknya mempersulit urusan akhirat.

Agar segala perniagaan dunia dapat menopang perniagaan akhirat, maka sebagai orang yg beriman harus menggunakan ituisi yg diberikan Allah kepada kita agar kita bisa menyadari sepenuhnya bahwa di balik aktifitas perniagaan kita ada tajali Allah yg sedang berperan aktif, sehingga dalam aktifitas kita tidak dapat lepas dari ikatan tali buhul Allah.

Sadari disetiap unjal nafas ada kehadiran Allah yg sedang berperan aktif terus menggerakan paru-paru dalam menghisab oksigen dan dalam hembusan nafas mengeluarkan karbon dioksida yg jika tidak dikeluarkan akan membuat tubuh kita keracunan, membiru dan mati.

Sadari disetiap detak jantung ada Allah yg sedang berperan aktif mengalirkan darah yg membawa/mengangkut saripati makanan berbentuk Karbohidrat, Zat besi, Vitamin, Mineral, Protein, Kalsium, Zink,  yg masing-masing di kirim pada tempatnya di dalam tubuh kita.

Sadari di balik hasil perniagaan ada peran aktif Allah yg Maha Menentukan segalanya agar kesadaran kita tetap tidak keluar dari kesadaran ilahi.

Sadari di balik semua ciptaan ada tajali Allah yg sedang berperan aktif menghidupkan mematikan, menciptakan, memelihara, menggerakan, menentukan takdir atas semua ciptaan-Nya.

Sadari saat kita duduk berjalan berbaring, makan dn minum dibalik semua itu ada tajali Allah yg sedang berperan aktif mengurusi kita semua.

Jika kesadaran kita aktif pada tempat yg benar, maka jehendak pribadi kita tidak lagi melawan takdir/kehendak-Nya, karena kehendak pribadinya sudah selaras dengan kehendak-Nya atau Manunggaling kaula Gusti.

Inilah sekilas uraian tentang Hawa Nafsu, semoga bermanfaat untuk menambah khazanah keilmuan bagi orang beriman yang membutuhkan ***

Spread the love