cirebononline
Pelajaran agama saat ini belum menyentuh pada esensi yg sesungguhnya, karena esensi beragama yg sesungguhnya adalah mengenal Tuhan untuk di sembah, jika kita menyembah Tuhan tapi Tuhannya belum di kenal maka hanya akan menyembah kekosongan, menyembah nama, dan menyembah benda-benda yg ada di ingatan akalnya.
Banyak orang yg menceritakan Allah, menyebut nama Allah, berzikir namun hatinya tetap kering, hampa, gelisah, karena hatinya tidak dapat merasakan kehadiran Allah yg disebabkan karena belum mengenal Allah
Untuk itu mengenal Allah adalah esensi yg harus dijadikan mata pelajaran dalam pendidikan agama, agar generasi kedepan memiliki wawasan tentang Ketuhanan sehingga umat beragama tidak ada yg salah dalam menyembah Tuhan.
Mengenal Tuhan (Allah) bukan seperti mengenal sesama mahluk yg harus bersalam-salaman karena Allah itu bukan mahluk, tapi Dzat yg Maha Esa, Maha Besar, Maha Luas, Maha Tinggi, Maha Halus lagi Maha Goib.
Jika kita ingin mengenal Allah, maka kita harus berani merubah mindset memori lama agar akal dan hati kita mau legowo menerima ilmu mengenal Allah, sehingga esensi beragama yg sesungguhnya bisa masuk menjadi ilmu baru yg menyentuh jiwanya.
Mengenal Allah bisa melalui cara konsep dan bisa melalui perjalanan Sepiritual batin, namun Sepiritual perjalanan batin tidak cukup jika tanpa didukung oleh konsel
Mengenal Allah secara konsep bisa melalui mengenal alam semesta, atau melalui mengenal diri kita untuk mengusut tali benang merah antara Allah dn ciptaan, sebab semua itu adalah penampakan dari Tajjali Allah yg Allah tampakan kepada manusia agar manusia bisa mengenali Allah sebagaimana yg dijelaskan di dalam Hadist berikut ini:
Man ‘arafa nafsahu faqod ‘arafa rabbahu (Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya).
Mengenal diri bisa di jadikan dua jalan dalam menempuh mencari Allah denganenempuh konsep ilmiah dan perjalanan spiritual tsawaf hingga mencapai makrifatullah
Mengenal diri dan mengenal alam semesta sangat penting sebagai perpaduan konsep ilmiah dn konsep spiritual batin, karena di balik semua itu ada tanda kehebatan Allah dn ada tanda keberadaan-Nya yg selalu aktif mencipta, memelihara dan mengurusi seluruh mahluk-Nya tanpa lelah.
Mengenal Allah yg keberadaan-Nya di balik segala sesuatu bukan dengan pandangan mata lahiriyah, akan tetapi dengan pandangan mata hati/mata batin yg akalnya di bekali ilmu makrifatullah yg ditempuh melalui konsep dn spiritual tadi, dengan ini akal dan hati kita akan mampu memandang Allah secara logika dan ilmiah,.
Mengenal Allah adalah mengenal keberadaan Dzat-Nya yg meliputi segala sesuatu, dengan mengenal keberadaan-Nya kita akan merasa di awasi, dan memiliki rasa takut saat hendak berbuat dosa, sebab kita hidup dan beraktifitas di dalam lingkaran Dzat Allah ibarat ikan yg hidup dn beraktifitas di kedalaman air lautan yg tak bertepi, dn di dalam lautan ikan tersebut hanya di wajibkan mengikuti hukum ekosistem laut, begitupun kita di haruskan mengikuti arus takdir , selaras dengan kehendak Allah agar kita bisa mengikuti ekosistem kehidupan yg tidak saling merusak sistem hukum dn ketentuan Allah, karena disinilah nilai ibadah kita kepada Allah.
Secara simpel mengenal Allah adalah mengaktifkan kesadaran dan rasa yg mendalam agar kita dapat merasakan kehadiran Allah di dalam segala hal melalui intuisi yg dapat merasakan Asmaul Husna hidup di dalam diri kita , dn merasakan kehadiran Allah disetiap hembusan nafas. Namun hal ini tidak dapat dirasakan oleh orang yg hatinya masih dipenuhi oleh debu kesombongan.
Mengenal Allah juga mengubah cara pandang tentang keberadaan Allah yg jauh menjadi sangat dekat, sehingga hati kita dapat merasakan kehadiran Allah di balik segala sesuatu bahkan di balik tubuh kita..
Perlu di ketahui bahwa, Allah tidak membutuhkan sesuatu karena segala sesuatu berasal dari diri-Nya, ibarat air laut tidak membutuhkan ikan, karena ikan berasal dari air laut, palah justru yg membutuhkan air laut itu ikan dan kita membutuhkan Allah.
Jika kita sudah mengenal Allah, maka akal dn hati kita saat solat, saat dzikir saat berdo,a memiliki titik fokus kepada Dzat Allah yg mambawa kesadaran kita bisa khusyu kepada Allah, sehingga kita tidak lagi menyembah kekosongan, menyembah bayangan dn menyembah benda-benda yg ada dalam ingatan kita dan juga tidak lagi menyem nama. Inilah pentingnya mengenal Allah agar tidak salah penyembahan.
Mengenal Allah secara hak berarti mengenal Dzat, Bio, Energi, dan Cahaya-Nya, karena itu merupakan satu kesatuan dalam Wahdatul Wujud Allah Yg Maha Esa.
Dzat adalah nama dari Wujud/Fisik Allah.
Bio adalah biodata yg berisi nama-nama dari Sifat-Sifat-Nya atau yg dikenal dengan Asmaul Husna.
Energi adalah tenaga atau kekuatan yg Maha Kuat, Maha Dahsyat yg berasal dari reaksi energi-Nya yg Maha Aktif, Maha Hidup yg membuat miliaran Bintang dan Galaksi melayang-layang di ruang angkasa tanpa tiang dn gantungan.
Cahaya berarti Nurullah atau Nur Allah yg berasal dari sifat Dzat/Wujud-Nya yg memiliki cahaya diatas cahaya, cahaya ini mampu menembus dimensi alam, serhingga dapat menerangi seluruh alam semesta, Nur ini yg menutupi Wujud Allah seperti fisik Matahari yg tertutup oleh cahayanya ,sehingga fisik Matahari tidak dapat di lihat oleh mata, karena tertutup oleh silaunya cahaya yg mengelilingi Wujudnya.
Inilah sekelumit coretan esensi beragama yang sesungguhnya, semoga bermanfaat. (Hadi S)
More Stories
500 Ibu Hamil di Brebes Dapat Pemeriksaan Gratis
Wali Kota Cirebon Raih LPM Award 2026
DWP Brebes Asah Kreativitas Zero Waste