Agustus 26, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Puasa Ramadhan Ke 8 “Kesadaran Sebagai Driver Penentu Menuju Pertemuan dengan Allah Di Surga”

cirebononline.com


Jasmani manusia ibarat body mobil yang memiliki mesin penggerak untuk beraktifitas menjalani kehidupan sehari-hari. Jika Fisik Jasmani kita di ibaratkan body Mobil dan nafsu kita ibarat mesin penggerak Mobil, setiap makanan yang kita makan ibarat BBM, dan Kesadaran kita, kita ibaratkan sebagai sopir/Driver mobil dalam menuju suatu tempat.

Mesin Mobil membutuhkan BBM dn jika BBM nya full maka laju kendaraan mobil kita akan kencang, dan jika tubuh kita di isi terus oleh makanan, maka suara nafsu kita makin kenceng, untuk itu kita di wajibkan berpuasa untuk mengurangi gemuruhnya suara hawa nafsu kita yg mengganggu kebisingan ruang hati.

Mobil membutuhkan driver untuk mengatur volume kecepatan mesin, sebab jika tanpa driver, maka mobil kita akan berjalan tanpa arah dan tujuan yg banyak menabrak berbagai aturan rambu-rambu lalu lintas (lalin) yang berdampak merugikan orang lain dan merugikan body mobil kita sendiri. Untuk itu mobil harus di kemudikan oleh seorang Driver yang profesional yang mau mengikuti rambu-rambu.

Begitu juga yang terjadi terhadap Jasmani kita yg di dalamnya ada nafsu, nafsu tersebut membutuhkan Drever (pengendali), agar perbuatan jasmani kita terarah, sebab jika nafsu kita tidak dikendalikan, maka yg terjadi jasmani kita akan banyak menabrak berbagai aturan yang berdampak merugikan orang lain dan ujungnya merugikan diri kita sendiri.

Bedanya mesin mobil di kendalikan oleh Driver/sopir, sedangkan nafsu di kendalikan oleh kesadaran. Driver adalah penentu arah mobil dalam menuju ke suatu tempat yg di tuju, sedangkan kesadaran kita penentu arah kehidupan kita dalam menuju ke suatu tempat yg kita tuju yaitu pertemuan dengan Allah di surga.

Nafsu kit jika tidak di kendalikan oleh kesadaran kita sendiri, maka hidup kita tanpa arah yg jelas dan pada akhirnya kita akan melampaui batas-batas kemanusiaan dengan menabrak berbagai aturan Konstitusi Allah.

Beruntung Allah telah meminjamkan sedikit kesadaran-Nya kepada kita semua, agar kita bisa menggunakan untuk mengendalikan nafsu kita agar tidak liar, sehingga tujuan hidup kita jadi terarah sesuai navigasi dan rambu-rambu yg ditentukan oleh konstitusi Allah.

Kebanyakan orang yg terjerumus ke dalam lembah hitam/dosa dikarenakan kesadaran sebagai driver yg dipinjamkan oleh Allah tidak dipergunakan secara penuh untuk menyadari keberadaan Allah, sehingga dirinya tidak merasa di awasi oleh Allah,

Untuk itu sebaiknya kita harus menyadari setiap detiknya, bahwa Allah meliputi Jasmani kita sebagaimana di jelaskan oleh Qur,an di bawah ini:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَ لَاۤ اِنَّهُمْ فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْ لِّقَآءِ رَبِّهِمْ ۗ اَ لَاۤ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْطٌ
“Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia (Allah) Maha Meliputi segala sesuatu.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 54)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah meliputi segala sesuatu termasuk meliputi tubuh kita, namun karena tidak disadari, maka kita merasakan Allah jauh. Padahal Allah sangat dekat, Dia tidak pernah kemana-mana yg menjauh itu kesadaran kita, Dia aktif di balik segala sesuatu dan di balik tubuh kita. Dia menjaga ekosistem kehidupan di tubuh kita tanpa lelah.

Agar puasa kita bisa mengena kepada pusat kesadaran, maka sadari kehadiran Allah disetiap unjal nafas, disetiap detak jantung, disetiap gerak tubuh kita bahwa di balik semua itu ada Allah, fokuslah di titik kesadaran itu agar kesadaran kita terus aktif sebagai driver arah hidup kita.

Jika kita sudah melaksanakan puasa namun masih mencampur adukan yg hak dan yg batil, itu disebabkan karena kesadaran kita sebagai driver dalam aktifitas jasmani tidak di gunakan, sehingga lalai dari mengingat Allah, kesadaran kita menjauh dari Allah di saat solat maupun di luar solat, sehingga luput dari bimbingan Allah.

Kesadaran kita sebagai penentu arah pertemuan kita dengan Allah disurga, sebab saat nyawa di cabut jika kesadaran kita tetap berada di dimensi Allah, rasa sakit saat di cabut nyawa tidak terasa, sebagaimana saat Nabi Ibrohim di bakar api, kesadaran Nabi Ibrohim hadir sepenuhnya bersama Allah, sehingga api yg membara yg membakar tubuhnya terasa dingin dn selamatlah Nabi Ibrohim dari amukan bara api.

Dan kejadian ini juga di alami oleh Nabi Yunus, Saat Nabi Yunus ditelan oleh ikan hiu, Dia 40 hari 40 malam di dalam perut ikan hiu, saat itu kesadaran Nabi Yunus sepenuhnya hadir bersama Allah, maka selamatlah Nabi Yunus dari tajamnya gigi ikan hiu dan ganasnya zat asam lambung ikan yg bisa melunakan tulang belulang.

Inilah sedikit uraian tentang Kesadaran dan hawa nafsu, semoga bermanfaat bagi kita semua. (Jadi Supangat)

Spread the love