Cirebon online
Kabupaten Cirebon, – Tokoh muda Cirebon Timur, R. Hamzaiya memasang spanduk sebagai bentuk kritik dan kontrol sosial terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Waled, Sabtu (2/5/2026). Spanduk itu menyoroti dugaan lemahnya pengawasan serta ketidaksesuaian pelaksanaan di lapangan dengan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN).
Isi spanduk menegaskan bahwa pengawasan program MBG dinilai terlalu longgar. Selain itu, muncul dugaan sejumlah dapur penyelenggara MBG lainnya di Kecamatan Waled masih beroperasi tanpa memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Padahal IPAL menjadi syarat wajib dalam standar operasional, khususnya untuk aspek kesehatan dan lingkungan.
Narasumber aksi, R. Hamzaiya, menegaskan pemasangan spanduk ini merupakan bentuk kepedulian warga agar program pemerintah tetap berjalan sesuai aturan dan tidak mengabaikan kesehatan publik.
“Kami tidak menolak programnya. Makan Bergizi Gratis sangat baik dan bermanfaat. Tapi pelaksanaannya harus sesuai standar, termasuk kewajiban memiliki IPAL. Jika tidak, ini berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.
Ia mendorong adanya tindakan tegas berupa penutupan sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan, terutama terkait pengolahan limbah.
“Kami menuntut evaluasi menyeluruh dan langkah konkret dari pihak terkait. Jika terbukti ada pelanggaran, penutupan sementara perlu dilakukan sampai semua ketentuan dipenuhi,” tegas Hamzaiya.
Lebih lanjut Hamzaiya tegaskan, pemasangan spanduk ini menjadi simbol mosi tidak percaya terhadap sistem pengawasan MBG yang berjalan di Kecamatan Waled saat ini. Ia berharap pihak berwenang segera memberikan klarifikasi terbuka serta melakukan pembenahan menyeluruh.
“Aksi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kebijakan agar program MBG tetap berjalan baik, transparan, dan sesuai standar demi kepentingan masyarakat luas,“ pungkasnya. (*)
More Stories
Brebes Siaga Kemarau! Ancaman Kekeringan dan Karhutla Diantisipasi Sejak Dini
SMPN 2 Losari Giatkan Keagamaan “Dengan Dhuha Berjamaah dan Tadarus Untuk Siswa Penerus Bangsa”
Jalan Penghubung 2 Kecamatan dan 4 Desa Rusak Bertahun-tahun “Warga Kecewa dan Marah”