Cirebon Online
Kabupaten Cirebon, – Ribuan warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Waruduwur dan sekitarnya di wilayah Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, mengadakan Nadran atau pesta laut Minggu, 9 Agustus 2026 tumpah ruah menjadi lautan manusia yang menghadiri acara tersebut dari berbagai kelangan masyarakat juga sekitar desa.
Berdasarkan pemantuan Cirebon Online.com, kegiatan Nadran berlangsung meriah dengan tradisi diawali dengan Arak-arakan 13 sound system dari berbagai dusun keliling desa membawa minatur perahu dan gambar tengkorak yang akan dilarung ke tengah laut.
Prosesi arak-arakan hingga larung yang dilakukan dalam tradisi Nadran dihadiri ribuan warga untuk mengikuti rangkaian kegiatan tradisi tersebut.
Disampaikan Kuwu Desa Waruduwur, Yadi SH, pesta laut ini sebagai wujud syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan rezeki dan keselamatan ada pada nelayan juga masyarakat.
“Ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan, salah satunya karnaval seni dan budaya lokal,” Ungkapnya disela mengawal karnaval di jalur Pantura desa setempat, Minggu (9/8/2026).
Ditambahkan kuwu Yadi, pesta laut diadakan setiap tahun dan antusias para nelayan juga masyarakat sangat tinggi, sehingga terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah, karnaval berjalan tertib dan aman. Kemudian acara dilanjutkan dengan hiburan rakyat juga doa bersama,” jelasnya.
Masih dikatakan Yadi, Warga Antusias Ikuti Ritual Nadran, sebagai rasa syukur melimpahnya hasil tangkapan para nelayan dan berbagai kegiatan pesta laut ini tentunya melibatkan masyarakat dari unsur nelayan, sehingga sukses tanpa ekses.
Menurutnya, pesta Laut atau nadran di kecamatan Mundu ada 4 desa yang setiap tahun berlangsung.
“ini bisa di kemas menjadi event pariwisata unggulan wilayah pesisir sebagai salah satu semangat juang nelayan melalui Sedekah Laut atau Nadran.” Ujarnya.
Kuwu Yadi juga mohon maaf pada pengguna jalan dan masyarakat, yang merasa terganggu saat berlangsungnya karnaval di jalur Pantura.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Forkopimcam dan pihak keamanan TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, tokoh pemuda dan masyarakat yang selalu siaga sebelum hingga usai acara.
“pihaknya akan terus melestarikan budaya da warisan leluhur dan kesenian desa, dengan tetap mengadakan tradisi yang sudah ada secara turun temurun,” pungkasnya. (Jamil)
More Stories
BUMDes Dewata Prima Waled Kota, Raup Laba Rp100 Juta pada 2026
Pemdes Cibogo Sambut HUT RI ke-81 dengan Pemasangan Ratusan Bendera Merah Putih
Nelayan Desa Citemu Meriahkan Nadran, “Sajikan Beragam Replika Pertahankan Warisan dan Budaya Leluhur”