Juli 4, 2026

Cirebon Online

Kabar Jelas Informasi Luas

Pembangunan Trotoar Ciledug Tak Kunjung Rampung, Pengusaha Hotel hingga Toserba Keluhkan Dampaknya

Cirebon online

Kabupaten Cirebon, – Proyek pembangunan trotoar di sepanjang kawasan Ciledug, Kabupaten Cirebon, mendapat keluhan dari pelaku usaha setempat. Sejumlah pengusaha hotel, toko swalayan, restoran, pemilik ruko, dan pelaku UMKM menyatakan aktivitas usaha mereka menurun karena proyek yang berlangsung lama dan belum menunjukkan penyelesaian optimal.

Para pelaku usaha mengeluhkan terbatasnya akses kendaraan menuju lokasi, hilangnya sebagian titik parkir, serta kondisi jalan yang dipenuhi material bangunan. Kemacetan dan debu yang timbul selama pengerjaan membuat masyarakat enggan berkunjung, sehingga omzet usaha menurun signifikan.

“Banyak konsumen memilih mencari lokasi lain yang lebih mudah diakses dibanding harus melewati jalur proyek yang padat dan sulit dilalui,” ujar salah satu pemilik toko swalayan yang meminta namanya tidak dipublikasikan. Keluhan serupa datang dari pengusaha hotel dan restoran yang mencatat penurunan kunjungan tamu maupun pelanggan sejak proyek dimulai.

Menanggapi kondisi tersebut, tokoh masyarakat Cirebon Timur R. Hamzaiya, S.Hum., meminta Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama instansi teknis dan pihak pelaksana proyek melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres pembangunan trotoar. Menurut Hamzaiya, pembangunan infrastruktur penting untuk meningkatkan fasilitas publik dan mempercantik kawasan perkotaan, namun pelaksanaannya harus memperhatikan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Pembangunan trotoar memang penting sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan. Akan tetapi, apabila prosesnya berlangsung terlalu lama tanpa kepastian penyelesaian, maka yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat dan pelaku usaha yang menggantungkan penghasilannya dari aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tersebut,” kata Hamzaiya.

Ia menyebut dirinya menerima berbagai aspirasi dari pelaku usaha yang mengeluhkan menurunnya jumlah pelanggan. Selain akses yang terganggu, lingkungan proyek yang penuh material dan debu serta pengaturan lalu lintas yang dinilai belum maksimal turut mengurangi kenyamanan pengunjung. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi merusak citra kawasan perdagangan dan jasa di Ciledug.

Hamzaiya menegaskan pemerintah harus memastikan proyek strategis berjalan sesuai target waktu. Jika ada kendala teknis atau administratif, ia meminta agar penyebab keterlambatan dan langkah penyelesaiannya diinformasikan secara terbuka kepada publik.

“Masyarakat tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat berharap pembangunan segera selesai agar manfaatnya dapat dirasakan. Yang menjadi persoalan adalah ketika pekerjaan berlangsung terlalu lama sehingga menimbulkan kerugian bagi dunia usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Untuk meredam dampak negatif, Hamzaiya mengusulkan beberapa langkah praktis: menyediakan akses sementara yang aman menuju pusat-pusat usaha, melakukan pengaturan lalu lintas lebih efektif, memperbaiki manajemen material agar tidak mengganggu area komersial, dan memasang papan informasi mengenai progres pekerjaan agar masyarakat mendapat kepastian waktu penyelesaian.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan kesalahpahaman atau keresahan.

Di akhir pernyataannya, Hamzaiya berharap proyek trotoar di Ciledug segera dituntaskan dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dinikmati masyarakat luas tanpa mengorbankan kelangsungan usaha setempat.

“Saya berharap proyek ini segera selesai sesuai standar kualitas yang baik. Infrastruktur yang bagus tentu akan mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi proses pembangunannya juga harus memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat. Jangan sampai pelaku usaha menjadi korban karena lamanya penyelesaian proyek. Pemerintah perlu hadir memberikan solusi sehingga pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan,” tutupnya. (Adang Juhandi)

Spread the love